Abaikan Cilamaya, Menhub Benahi Terminal Kalibaru

Daya Tampung Tanjung Priok Melebihi Kapasitas

Sabtu, 16 Juni 2012, 08:18 WIB
Abaikan Cilamaya, Menhub Benahi Terminal Kalibaru
ilustrasi, Terminal Kalibaru
RMOL.Setelah didesak berbagai ka­langan, Menteri Perhubungan EE Maangindaan akhirnya me­nan­datangani surat izin pemba­ngu­nan Terminal Kalibaru Pela­buhan Tanjung Priok. Dengan peruba­han masterplan itu, PT Pe­lindo II dapat segera me­nger­jakan proyek tersebut.

Lewat keluarnya surat izin itu, kini tidak perlu ada lagi keraguan dari pihak PT Pelindo II. Sebab, sebelumnya ada kekhawatiran ka­lau pemerin­tah lebih mem­pri­o­­­ritaskan pem­bangunan Pela­buhan di Cilamaya, Jawa Barat se­bagai alternatif Tanjung Priok.

“Perubahan dari masterplan terminal Kalibaru Tanjung Priok  sudah ditandatangani Menhub sejak kemarin,” kata Dirjen Per­hubungan Udara Kementerian Perhubungan Leon Muhammad di Jakarta, kemarin.

Leon menambahkan, dengan ditandatanganinya surat izin pem­bangunan Terminal Kaliba­ru sebagai perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, maka PT Pelindo II harus melakukan pro­ses pembangunan sesuai pera­turan presiden (Perpres) No.36/2012.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Indonesian National Shi­pow­ners Association (INSA) Car­melita Hartoto berharap, pe­me­rintah dapat segera meram­pungkan pembangunan pelabu­han Kalibaru pada 2013. Aso­siasi Pengusaha Kapal Niaga In­do­ne­sia ini berharap agar pe­merintah dapat fokus Kalibaru dahulu da­ripada Cilamaya.

Alasannya, kapasitas pelabuh­an Tanjung Priok sudah mencapai 5,8 juta juta Twenty Feet Equiva­lent Units (TEUs) atau lebih 800.000 TEUs daripada kapasitas sewa­jar­nya yang 5 juta TEUs.

Banyak pengamat menilai, pada akhir tahun 2012, kapasitas Tanjung Priok bisa naik menjadi mencapai 7 juta TEUs. Jika ini ter­jadi, maka pelabuhan utama di Indonesia ini bisa stagnasi.

“Akan dibawa ke mana yang 1 juta TEUs lagi jika Kalibaru tidak segera dituntaskan tahun depan. Pokoknya kami berharap fokus­nya bisa ke Kalibaru dulu,” tegas Carmelita.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta kepada Kemen­terian Perhubu­ngan (Kemenhub) untuk fokus terhadap pembangu­nan perluasan Terminal Kalibaru, Tanjung Priok, karena perluasan tersebut sudah sangat men­desak.

“Perlua­san Tanjung Priok de­ngan mem­bangun Kalibaru harus segera direalisasikan sehingga pada saat pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) 2015, Indo­nesia sudah siap,” ka­ta Wakil Ke­tua Umum Kadin Bi­dang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur.

Menurut Natsir, perluasan pelabuhan sudah mendesak an­tara lain karena Pelabuhan Tan­jung Priok sudah melampaui kapasitas yang ada saat ini, yaitu 5 juta TEUs. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA