Lewat keluarnya surat izin itu, kini tidak perlu ada lagi keraguan dari pihak PT Pelindo II. Sebab, sebelumnya ada kekhawatiran kaÂlau pemerinÂtah lebih memÂpriÂoÂÂÂritaskan pemÂbangunan PelaÂbuhan di Cilamaya, Jawa Barat seÂbagai alternatif Tanjung Priok.
“Perubahan dari masterplan terminal Kalibaru Tanjung Priok sudah ditandatangani Menhub sejak kemarin,†kata Dirjen PerÂhubungan Udara Kementerian Perhubungan Leon Muhammad di Jakarta, kemarin.
Leon menambahkan, dengan ditandatanganinya surat izin pemÂbangunan Terminal KalibaÂru sebagai perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, maka PT Pelindo II harus melakukan proÂses pembangunan sesuai peraÂturan presiden (Perpres) No.36/2012.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Indonesian National ShiÂpowÂners Association (INSA) CarÂmelita Hartoto berharap, peÂmeÂrintah dapat segera meramÂpungkan pembangunan pelabuÂhan Kalibaru pada 2013. AsoÂsiasi Pengusaha Kapal Niaga InÂdoÂneÂsia ini berharap agar peÂmerintah dapat fokus Kalibaru dahulu daÂripada Cilamaya.
Alasannya, kapasitas pelabuhÂan Tanjung Priok sudah mencapai 5,8 juta juta Twenty Feet EquivaÂlent Units (TEUs) atau lebih 800.000 TEUs daripada kapasitas sewaÂjarÂnya yang 5 juta TEUs.
Banyak pengamat menilai, pada akhir tahun 2012, kapasitas Tanjung Priok bisa naik menjadi mencapai 7 juta TEUs. Jika ini terÂjadi, maka pelabuhan utama di Indonesia ini bisa stagnasi.
“Akan dibawa ke mana yang 1 juta TEUs lagi jika Kalibaru tidak segera dituntaskan tahun depan. Pokoknya kami berharap fokusÂnya bisa ke Kalibaru dulu,†tegas Carmelita.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta kepada KemenÂterian PerhubuÂngan (Kemenhub) untuk fokus terhadap pembanguÂnan perluasan Terminal Kalibaru, Tanjung Priok, karena perluasan tersebut sudah sangat menÂdesak.
“PerluaÂsan Tanjung Priok deÂngan memÂbangun Kalibaru harus segera direalisasikan sehingga pada saat pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) 2015, IndoÂnesia sudah siap,†kaÂta Wakil KeÂtua Umum Kadin BiÂdang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur.
Menurut Natsir, perluasan pelabuhan sudah mendesak anÂtara lain karena Pelabuhan TanÂjung Priok sudah melampaui kapasitas yang ada saat ini, yaitu 5 juta TEUs. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: