Garong Minyak Berkeliaran Bikin Target Produksi Seret

BP Migas Catat Terjadi 225 Kasus Pencurian BBM

Jumat, 15 Juni 2012, 08:59 WIB
Garong Minyak Berkeliaran Bikin Target Produksi Seret
Pencurian BBM

RMOL. Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mencatat tingkat pencurian minyak di Indonesia sangat tinggi.

Deputi Umum BP Migas J Wi­djo­narko mengatakan, gang­guan keamanan pada fasilitas in­dustri hulu migas akan langsung ber­dampak pada kegiatan ek­splorasi dan eksploitasi migas di Indo­nesia. Kondisi itu menye­bab­kan kehilangan pendapatan ne­gara ri­buan dolar AS per harinya.

Dia mengatakan, gangguan non teknis itu bisa berupa pen­curian (minyak bumi, pipa be­si, valve), sabotase (pemblo­ki­ran ja­lan), premanisme (anca­m­an, pe­­nyerangan) dan demons­trasi. Hal tersebut merupakan kendala utama tercapainya tar­get pro­duksi nasional.

Bahkan, dia mencatat, selama se­lama tiga tahun terakhir gang­guan non teknis telah meningkat 160 persen, yaitu dari 471 ke­ja­dian tahun 2009 menjadi 1.234 kejadian pada tahun 2011.

“Gangguan non teknis yang selama ini terjadi telah meng­aki­batkan terhambatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di be­berapa wilayah, yang pada ak­hirnya akan memberikan ke­ru­gian materil terhadap investor dan negara,” kata Wi­djo­narko.

Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus, tentu akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kestabilan perekonomian. Apa­lagi, pemerintah tahun ini me­nar­getkan pendapatan dari sektor migas 2012 sebesar Rp 240 triliun.

Kepala Divisi Humas Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pra­dnyana mencatat, dari Januari sam­pai April 2012 sudah ada 225 ka­sus pencurian minyak. Sedang­kan2011 kasus pencurian mi­nyak mentah produksi kon­traktor kontrak kerja sama (KKS) men­capai 420 kasus.

Gde mengatakan, kasus pen­curian tersebut banyak terjadi di jalur-jalur pipa distribusi minyak mentah di daerah Tempino Ka­bupaten Batanghari, Jambi sam­pai di daerah Plaju, Sumatera.

“Modus yang umum dilaku­kan para pencuri minyak terse­but, yakni sengaja melubangi pipa minyak lalu mentrans­fer­nya ke drum-drum lalu di­bawa ka­bur,” jelasnya.

Perusahaan minyak yang se­ring melaporkan terjadinya pen­curian minyak antara lain Per­tamina EP, Medco E&P (Ri­mau), Conoco­Phillips (Gris­sik) dan UBEP Jambi. “Kehi­langan mi­nyak yang ter­catat di 2011 se­kitar 3.000 barel, tapi kami ya­kin jumlahnya jauh lebih besar dari angka itu,” kata Gde.

Dia mengakui, gangguan ope­rasional berkontribusi pada pe­nurunan produksi migas. Fak­tor non teknis menyumbang 60 per­sen penyebab turunnya pro­duksi. Oleh karena itu, BP Migas me­ngajak semua pihak terkait be­kerja sama mengurangi gang­guan operasional yang dihadapi kon­traktor di lapangan.

Direktur Reforminer Institute Pri Agung Rachmanto mengata­kan, BP Migas sebagai penang­gung­jawab produksi minyak (lifting) harus mengambil lang­kah tegas menghadapi pencuri­an minyak itu.

Pasalnya, setiap kehilangan minyak mentah berarti berku­rangnya pendapatan negara dari sektor migas. Karena itu, res­pons­nya harus cepat dalam meni­n­daklanjuti temuan tersebut. “Ga­rong (pencuri) minyak bisa bikin target produksi seret,” ujarnya.

Kalau penyebab hilangnya mi­nyak karena kebocoran pipa yang disengaja, BP Migas dan pihak terkait harus segera me­nin­dak­lanjuti. Kalau penyebab kehila­ngan akibat kebocoran pipa yang sudah aus dimakan usia, itu juga harus segera diperbaiki, terma­suk opsi mengganti pipa.

Untuk diketahui, tahun ini pemerintah menargetkan pro­duk­si minyak nasional mencapai 930 ribu barel per hari. Namun, hing­ga kini angka produksinya masih di rata-rata 900 ribu per barel. Untuk 2013 disepakti lifting minyak dan gas sebesar 2.215-2.320 ribu barel oil equivalen per day (BOEPD), terdiri dari lifting minyak bumi sebesar 890-930 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.325-1.390 ribu BOEPD.    [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA