RMOL. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tiÂdak habis pikir, Indonesia sebaÂgai negara agraris tapi masih mengÂimpor beras dalam jumlah besar.
Untuk itu, Dahlan meminta PeÂrum Bulog membentuk pasuÂkan semut untuk menyerap beras peÂtani sebanyak-banyaknya agar tak ada lagi impor beras.
“Kita negara agraris, tapi taÂhun lalu kita impor beras 1,7 juta ton atau setara dengan Rp 7 triÂliun. Tahun ini jangan sampai kita imÂpor lagi, makanya Bulog saat ini membentuk pasukan semut unÂtuk menyerap beras petani,†kaÂta Dahlan di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, Bulog harus beÂkerja keras. Dari laporannya, per Juni ini Bulog sudah berhasil meÂnyerap 2,1 juta ton beras dalam negeri. Serapan itu jauh lebih baik dibanding serapan Bulog seÂlama dua tahun terakhir.
Dia mengaku sudah meneÂmuÂkan jalan keluar untuk meÂnyeÂlesaikan produksi padi yang terus menurun.
“Tiap musim kedua panen, produksi beras mesti turun 40 persen, ini pasti ada sebabnya. Kata petani itu karena vitamin-vitamin yang di dalam tanah suÂdah banyak terserap pada musim panen pertama, tapi saya tidak percaya, pasti ada sesuatu,†ucap Dahlan.
Setelah melakukan kerja sama dengan PT Sang Hyang Seri, akhirnya ketemu sedikit jalan keluar. Jadi setiap hektar tidak lagi turun produksinya 40 persen tiap panen musim kedua, tetapi saat ini hanya turun sekitar 3 kilogram.
Hingga kini pemerintah meÂmuÂÂtuskan tidak akan melakukan imÂpor beras lagi. “Rapat bulan deÂpan, saya yakin diputuskan peÂÂmerintah belum akan melakuÂkan impor beras. Karena guÂdang-guÂdang Bulog sekarang seÂdang diÂpenuhi beras dari peÂtani,†tandas Dahlan.
Untuk diketahui, hingga April 2012, Indonesia telah mengimpor beras sebanyak 834 ribu ton deÂngan nilai seluruhnya 456 juta dolar AS atau Rp 4,24 triliun. Pada April memang tengah panen raya di Indonesia, namun terjadi impor beras sebesar 63 ribu ton dengan nilai 35 juta dolar AS.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), impor terbesar datang dari Vietnam sebanyak 416 ribu ton dengan nilai 233 juta dolar AS. Untuk April, beras asal negeri ini yang masuk ke tanah air sebanyak 26 ribu ton dengan nilai 13 juta dolar AS.
Kemudian beras asal Thailand yang masuk ke Indonesia hingga April sebanyak 222 ribu ton deÂngan nilai 128 juta dolar AS. Pada April saja, beras yang maÂsuk sekitar 10 ribu ton.
Lalu, beras dari India sebaÂnyak 150 ribu ton dengan nilai 70 juta dolar AS. Beras dari PaÂkistan 36 ribu ton dengan nilai 14 juta dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.