“Produsen otomotif nasional menyambut baik keluarnya inÂsenÂÂtif bea masuk program LCGC. Namun, pada prinsipnya, harga akhir produk LCGC harus komÂpeÂtitif sesuai dengan rencana awal,†kata Ketua III Gabungan InÂdustri Kendaraan Bermotor InÂdoÂnesia (Gaikindo) Johnny DarÂmaÂwan di Jakarta, kemarin.
Menurut Johnny, segala perÂaturÂan yang terkait dengan proÂgram LCGC perlu dikeluarÂkan seÂcara komprehensif. KonÂdiÂsi terÂsebut berkaitan erat dengan kalÂkulasi para produsen otomotif.
“Aspek harga harus menjadi pertimbangan yang serius agar LCGC bisa diterima pasar. KaÂrena itu, rencana pemerintah memÂberikan fasilitas pajak baÂrang mewah harus segera diperÂjelas,†paparnya.
Sedangkan CEO PT Astra InÂterÂnational Tbk Peugeot Sales OpeÂrations ConsÂtantinus HerÂliÂjoso mengatakan, Permenkeu No.76/2012 harus diperjelas, deÂngan menerbitkan petunjuk peÂlakÂsanaan, karena menyangkut bebeÂrapa aspek detail tentang pos tarif mesin yang akan dibeÂbasÂkan.
“Pembebasan bea masuk meÂsin dan bagiannya yang saya taÂhu baÂru sebagian. Lantas, bagaiÂmana deÂngan sejumlah kompoÂnen yang belum dibebaskan tapi berÂhuÂbungan erat dengan progÂram LCGC? Pebisnis butuh keteÂrangÂan lebih terperinci di dalam juklak,†katanya.
Pemerintah juga diÂdeÂsak meÂmaksa kalangan inÂdustri otomotif guna melakukan alih tekÂnologi. Seperti di Malaysia yang berhasil “meÂmaksa†MitÂsuÂbishi memÂbantu mereka memÂbuat mobil nasional merk Proton.
Ketua Komite Inovasi NaÂsioÂnal (KIN) Zuhal mengaku priÂhatin atas ketidakberdayaan peÂmerintah mendesak investor asing melakukan alih teknologi di sektÂor industri. Bahkan, dia meÂnuÂding, saat ini pemerintah tidak pernah memikirkan adanya alih teknologi guna menciptakan proÂduk lokal yang mampu menÂduÂnia. “Itu tercermin jelas dari baÂnyakÂnya investasi yang mengÂgunakan berÂbagai macam teknoÂlogi tapi tidak mengajari IndoÂneÂsia,†tuding Juhal. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: