ICW Kritik Calon Titipan Menkeu & Gubernur BI

Bankir Maunya Bos OJK Dari Perbankan

Minggu, 10 Juni 2012, 08:19 WIB
ICW Kritik Calon Titipan Menkeu & Gubernur BI
ilustrasi/ist
RMOL.Kalangan perbankan sangat berharap seleksi anggota Dewan Komisioner Otori­tas Jasa Keua­ngan (DK OJK) mela­hirkan pim­pinan serta tim yang berin­te­gritas dan profesional. Teru­tama, dalam pengawasan industri per­bankan yang rawan berbagai tin­dak penyelewengan.

 â€œKami dari Himbara (Him­pu­nan Bank Milik Negara) me­nye­rah­kan sepenuh­nya kepada DPR. Kami percaya DPR memi­liki pan­dangan yang baik,” ujar Ketua Himbara Gatot M Sus­wondo yang juga Dirut BNI ini di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sementara Ketua Perhimpu­nan Bank-bank Umum Nasional (Per­banas) Sigit Pramono berha­rap, pimpinan DK OJK berasal dari perbankan.

“Kami tidak me­rujuk pada satu orang, karena rasanya tidak etis. Tapi untuk ke­pala ekse­kutif pe­ngawas per­bankan, kami harap orang itu mempunyai latar belakang yang kuat dan mandiri sehingga bisa menjaga jarak de­ngan industri yang sedang di­awasinya,” terang Sigit.

Bekas Dirut BNI ini menam­bahkan, calon anggota DK OJK harus memiliki pengetahuan yang baik di bidang perbankan.

“Me­reka harus paham betul sektor perbankan dan yang pa­ling pen­ting mereka juga harus paham karakteristik industri keuangan,” tandasnya.

Namun, pengamat perbankan Paul Sutaryono menegaskan, siapa pun yang akan menjadi Ketua DK OJK tidak masalah.

“Yang penting orang itu me­miliki kriteria seperti integritas dan kredibilitas yang tinggi serta kapabilitas yang me­madai untuk memimpin OJK,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Kamis (7/6).

Setelah menerima 14 nama ca­lon anggota DK OJK yang di­re­komendasikan presiden, Ko­misi XI DPR akan melakukan uji ke­layakan dan kepatutan (fit and proper test) mulai Kamis (7/6) hingga Kamis (14/6).

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad dan Achjar Iljas Ilyas direkomen­dasikan sebagai Ketua DK OJK. Mereka dijadwalkan akan men­jalani fit and proper test pada hari terakhir, Kamis (14/6).

Indonesia Corrup­tion Watch (ICW) kembali menegaskan ke­pada Komisi XI DPR untuk tidak memilih calon-calon anggota DK OJK bermasalah.

Koordina­tor ICW Danang Wi­doyoko dalam siaran pers me­nyatakan, pihak­nya menyebut ma­sih ada calon-calon berma­sa­lah. Hal itu terjadi karena buruk­nya sistem seleksi di panitia se­leksi (pansel) yang tidak trans­paran dan konflik kepentingan.

Danang menyebutkan, terdapat lima calon anggota DK OJK yang punya konflik kepentingan de­ngan Menteri Keuangan Agus Marto­wardojo yang merupakan ketua pansel. Dari lima orang tersebut, empat merupakan re­kan saat Agus masih menjabat Direk­tur Utama Bank Mandiri.

Selain itu terdapat empat calon anggota DK OJK yang memilik konflik kepentingan dengan Gu­bernur Bank Indonesia Dar­min Nasution yang juga merupa­kan anggota pansel.

“Terdapat satu calon yang je­las-jelas terlibat da­lam kasus pe­ngangkatan salah satu pengu­saha sebagai direksi perusahaan te­lekomunikasi. Pada­hal, yang ber­sangkutan melaku­kan insider trading,” tutur Danang.

Menurut Danang, dua calon anggota DK OJK juga terlibat ka­sus gagal bayarnya asuransi Bak­rie Life yang sampai saat ini belum terselesaikan ka­sus­nya.

“Kedua calon tersebut tidak ber­­pihak kepada masyarakat dan se­baliknya ber­pihak pada pemilik modal,” katanya, tanpa me­nyebut nama siapa yang dimaksud. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA