“Kami dari Himbara (HimÂpuÂnan Bank Milik Negara) meÂnyeÂrahÂkan sepenuhÂnya kepada DPR. Kami percaya DPR memiÂliki panÂdangan yang baik,†ujar Ketua Himbara Gatot M SusÂwondo yang juga Dirut BNI ini di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sementara Ketua PerhimpuÂnan Bank-bank Umum Nasional (PerÂbanas) Sigit Pramono berhaÂrap, pimpinan DK OJK berasal dari perbankan.
“Kami tidak meÂrujuk pada satu orang, karena rasanya tidak etis. Tapi untuk keÂpala ekseÂkutif peÂngawas perÂbankan, kami harap orang itu mempunyai latar belakang yang kuat dan mandiri sehingga bisa menjaga jarak deÂngan industri yang sedang diÂawasinya,†terang Sigit.
Bekas Dirut BNI ini menamÂbahkan, calon anggota DK OJK harus memiliki pengetahuan yang baik di bidang perbankan.
“MeÂreka harus paham betul sektor perbankan dan yang paÂling penÂting mereka juga harus paham karakteristik industri keuangan,†tandasnya.
Namun, pengamat perbankan Paul Sutaryono menegaskan, siapa pun yang akan menjadi Ketua DK OJK tidak masalah.
“Yang penting orang itu meÂmiliki kriteria seperti integritas dan kredibilitas yang tinggi serta kapabilitas yang meÂmadai untuk memimpin OJK,†ujarnya kepada Rakyat Merdeka, Kamis (7/6).
Setelah menerima 14 nama caÂlon anggota DK OJK yang diÂreÂkomendasikan presiden, KoÂmisi XI DPR akan melakukan uji keÂlayakan dan kepatutan (fit and proper test) mulai Kamis (7/6) hingga Kamis (14/6).
Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad dan Achjar Iljas Ilyas direkomenÂdasikan sebagai Ketua DK OJK. Mereka dijadwalkan akan menÂjalani fit and proper test pada hari terakhir, Kamis (14/6).
Indonesia CorrupÂtion Watch (ICW) kembali menegaskan keÂpada Komisi XI DPR untuk tidak memilih calon-calon anggota DK OJK bermasalah.
KoordinaÂtor ICW Danang WiÂdoyoko dalam siaran pers meÂnyatakan, pihakÂnya menyebut maÂsih ada calon-calon bermaÂsaÂlah. Hal itu terjadi karena burukÂnya sistem seleksi di panitia seÂleksi (pansel) yang tidak transÂparan dan konflik kepentingan.
Danang menyebutkan, terdapat lima calon anggota DK OJK yang punya konflik kepentingan deÂngan Menteri Keuangan Agus MartoÂwardojo yang merupakan ketua pansel. Dari lima orang tersebut, empat merupakan reÂkan saat Agus masih menjabat DirekÂtur Utama Bank Mandiri.
Selain itu terdapat empat calon anggota DK OJK yang memilik konflik kepentingan dengan GuÂbernur Bank Indonesia DarÂmin Nasution yang juga merupaÂkan anggota pansel.
“Terdapat satu calon yang jeÂlas-jelas terlibat daÂlam kasus peÂngangkatan salah satu penguÂsaha sebagai direksi perusahaan teÂlekomunikasi. PadaÂhal, yang berÂsangkutan melakuÂkan insider trading,†tutur Danang.
Menurut Danang, dua calon anggota DK OJK juga terlibat kaÂsus gagal bayarnya asuransi BakÂrie Life yang sampai saat ini belum terselesaikan kaÂsusÂnya.
“Kedua calon tersebut tidak berÂÂpihak kepada masyarakat dan seÂbaliknya berÂpihak pada pemilik modal,†katanya, tanpa meÂnyebut nama siapa yang dimaksud. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: