Agus Marto Connection di OJK Terancam Dicoret

DPR Dituding Tidak Bisa Bedakan Informasi Miring

Kamis, 07 Juni 2012, 08:22 WIB
Agus Marto Connection di OJK Terancam Dicoret
ilustrasi/ist
RMOL.Pemerintah dan DPR terus terlibat perang urat syaraf terkait rencana seleksi anggota OJK. Orang-orang Agus Martowardojo jadi sasaran tembak.

Banyak tudingan sejumlah pi­hak yang menyebut banyak kon­flik kepentingan antara calon ang­­gota Dewan Komisioner Oto­ritas Jasa Keuangan (DK OJK) de­ngan panitia seleksi (pansel) di­pertanyakan oleh sejumlah ang­gota Komisi XI DPR pada rapat kerja (raker).

Anggota Komisi XI DPR Nus­ron Wahid pun mem­per­tanyakan tu­dingan dari In­do­nesia Cor­rup­tion Watch (ICW). Saat itu, ICW menyebut banyak calon DK OJK yang memiliki konflik kepen­ting­an dengan Ketua Pansel Agus Mar­­towardojo yang juga men­jabat sebagai Menteri Keuangan.

“Ini banyak tudingan yang bi­lang bahwa ada interelasi antara pansel dengan calon DK OJK. Ini ada masukan dari ICW. Bukan saya. Misalnya menurut ICW, ada lima calon DK OJK yang punya con­flict of interest dengan Agus Mar­to,” bebernya dalam Raker Ko­misi XI DPR di Jakarta, kemarin.

Nusron melanjutkan, dalam laporan ICW juga ada nama-na­ma calon DK OJK yang meru­pakan titipan dari Gubernur BI Darmin Nasution.

Seperti di­ke­tahui, Presiden SBY telah me­nyodorkan 14 nama calon ang­gota DK OJK leng­kap dengan jabatannya. Me­reka ada­lah Mu­liaman Hadad dan Ach­jar Iljas yang dire­ko­men­da­si­kan se­bagai Ketua DK OJK.

Sementara untuk posisi Wakil DK OJK calon­nya Mulia P Na­sution dan I Wa­yan Agus Mer­tayasa (bekas Di­rek­tur Pelaksana Bank Man­diri). Lalu, Nelson Tampubolon dan Ris­wanandi (bekas Wakil Di­rek­tur Bank Mandiri) dicalonkan me­ngisi ja­batan Ketua Eksekutif Pe­ng­awasan Perbankan OJK.

Lalu Nurhaida dan Rach­­­mat Waluyanto dicalonkan untuk ja­batan Kepala Eksekutif Pe­nga­wasan Pasar Modal OJK. Se­men­tara untuk posisi Kepala Ek­se­kutif Pengawas Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lem­baga Dana Keuangan Lainnya, Pre­siden mencalonkan Isa Rach­ma­tawarta dan Firdaus Djaelani.

Ada­pun untuk posisi Ketua De­wan Audit dicalonkan Ilya Avi­anti dan Rijani Tirtoso (Exe­cu­tive Vice President Internal Audit Bank Mandiri). Un­tuk posisi Advokasi Perlin­dung­an Konsu­men, akan dipere­butkan Kusu­ma­ningtuti Sandriharmy Setiono dengan Yunus Husein.

Nusron mengaku, para anggota Komisi XI DPR yang lain juga mem­pertanyakan kre­dibilitas dan integritas calon DK OJK. Pi­hak­nya mengancam, DPR bi­sa saja mencoret orang-orang da­ri Man­diri yang notabene sama de­ngan Agus Martowardojo (Agus Marto Connec­tion), jika ter­bukti tidak bersih dan profesional.

Menanggapi hal tersebut, Men­keu sekaligus Ketua Pansel ang­gota DK OJK Agus Martowar­dojo menjelas­kan bahwa benar calon anggota DK OJK mengisi formulir me­nge­nai minatnya di posisi mana. Namun, per­minatan tersebut bisa berubah sesuai de­ngan ke­putusan DPR da­lam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

“Jadi dalam for­mulir dia bisa memilih yang dia minta, dan al­ternatif kedua itu apa. Tapi kalau DPR ber­ke­hen­dak lain, mereka nggak bi­sa menolak,” cetus be­kas Di­rut Bank Mandiri ini.

Sekedar informasi, dalam Un­dang-Undang (UU) Nomor 21 Pa­sal 11 ayat 9 memang dise­but­kan Panitia Seleksi melaku­kan penilaian dan pemilihan serta me­nyampaikan calon ang­gota De­wan Komisioner OJK kepada Pre­siden sebanyak tiga orang calon untuk se­tiap anggota DK yang dibutuhkan, paling la­ma 12 hari kerja.

Pihak Bank Man­diri masih me­­nunggu keputusan DPR ten­tang persoalan calon anggota DK OJK. Pasalnya, tiga orang calon DK OJK dianggap tidak layak.

“Saya hanya menung­gu kepu­tusan DPR dan saya yakin ang­gota dewan orang yang bijak dan pert­im­bangan,” ujar Direk­tur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini di Jakarta, Senin (4/6).

Menurut Zulkifli, jika me­mang ada informasi yang tidak tepat dan tidak seimbang meng­enai ca­lon DK OJK,  DPR dapat me­nye­leksi. “Anggota DPR diha­rap­kan dapat membedakan in­formasi yang miring dan yang tidak ba­lance,” pintanya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA