Arus perdagaÂngan dan invesÂtasi dinilai akan lebih lancar jika dapat dibangun infrastruktur seÂperti jalan yang menembus perbaÂtasan antara KaÂlimantan-Brunei.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto (SBS) mengatakan, dalam upaya meÂningÂkatkan perdagangan dan inÂvestasi dengan Brunei, diperÂlukan pengembangan strategi dan pola pikir khusus. Menurutnya, perÂhaÂtian perlu dipusatkan pada peran Brunei sebagai negara keÂcil tetapi kaya terhadap pembaÂnguÂnan di daerah Kalimantan.
“Kalimantan merupakan wilaÂyah dengan kekayaan sumber daÂya alam yang masih membuÂtuhÂkan investasi untuk pembaÂnguÂnan infrastruktur, industri hilir, sarana dan prasarana pariÂwasata serta pembangunan maÂnusia. Ke sektor-sektor itulah kita perlu meÂnarik investasi Brunei,†ujar SurÂyo di Jakarta, kemarin.
Statistik perdagangan dengan Brunei sejak 2007 sampai 2011 menunjukkan trend menurun. Total perdagangan pada 2007 mencapai mencapai 1,9 juta doÂlar AS, sedangkan pada 2011 tuÂrun menjadi 1,1 juta dolar AS.
Sejak tahun 2007 sampai 2011 balance of trade dengan Brunei selalu mengalami defisit bagi InÂdonesia. Nilai ekspor ke Brunei pada 2011 hanya sebesar 81,6 juÂta dolar AS yang kesemuaÂnya terdiri dari non-migas. SeÂdangÂkan impor minyak dari BruÂnei pada tahun yang sama sebesar 189,4 juta dolar AS.
“Defisit perdagangan dengan Brunei disebabkan karena IndoÂnesia lebih banyak impor miÂnyak dari Brunei sedang ekspor non-migas kita ke Brunei sangat terÂbatas dalam jenis barang,†ungÂkap Suryo.
Arus investasi dan perdagaÂngan, menurutnya, akan lebih lanÂcar kalau saja dapat dibangun jalan darat menembus perbatasan antara Kalimantan dengan BruÂnei. Pembangunan jalan itu meÂrupakan pekerjaan besar mengÂingat alam yang sulit, tetapi InÂdonesia dengan Brunei perlu meÂlaksanakan proyek itu dalam rangÂka peningkatan konektivitas ASEAN.
“Kalimantan yang kaya sumÂber energi perlu mengajak Brunei menamkan modalÂnya pada sektor pembangkit teÂnaga listrik. Dalam implementasi MP3EI (MasÂterÂplan Percepatan dan Perluasan PemÂbangunan Ekonomi IndoneÂsia), Brunei daÂpat kita ajak melaÂkukan investasi dalam sektor inÂdustri pengolahan hasil pertamÂbangan dan perkebuÂnan. Dalam hal pemÂbangunan maÂnusia, KaliÂmantan memerluÂkan investasi sarana dan prasaraÂna kesehatan, pendidikan, air berÂsih dan seteÂrusnya,†jelas Suryo.
Peran Kadin Daerah, lanjutnya, sangat strategis untuk diperhatiÂkan. Untuk itu Komite Brunei perÂlu membuat program yang lebih rinci bersama Kadin Daerah di Kalimatan. Selain perdagaÂngan dan investasi, SBS juga meÂngingatkan akan pentingnya peÂluang dalam sektor pariwisata.
“Di Indonesia bagian barat kita mempunyai Pulau Batam dan KeÂpulauan Riau sebagai indusÂtrial zone untuk melayani dan meÂmanÂfaatkan potensi SingaÂpura. DeÂngan pola pikir yang serupa, apaÂkah tidak mungkin untuk memeÂrankan Kalimatan sebagai econoÂmic zone terhadap Brunei dan MaÂlaysia yang berada di perbataÂsan? Saya rasa kita perlu pikirkan hal ini dengan lebih dalam dan seÂrius,†tanÂdasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: