Rupiah Sudah Lampu Merah

Sempat Nyungsep Rp 9.600 Per Dolar AS

Kamis, 31 Mei 2012, 08:18 WIB
Rupiah Sudah Lampu Merah
ilustrasi/ist
RMOL.Rupiah sudah lampu merah. Po­sisi kurs nasional ini sempat nyung­sep ke posisi Rp 9.600 per dolar AS. Seiring pelemahan nilai tu­kar rupiah, Indeks Harga Sa­ham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan kemarin kembali mengalami pelemahan dan ber­ada di zona merah.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, saat ini harus diakui bahwa sum­ber pelemahan bursa Indonesia adalah imbas dari loyo dan tidak ber­tenaganya nilai tukar rupiah ter­hadap dolar AS.

“Sentimen ne­gatif justru da­tang dari dalam ne­geri, di mana jika Bank Indonesia tidak sece­pat­nya mengantisipasi ini, maka dolar AS berpotensi me­nuju level Rp 10.000,” warning Edwin di Jakarta, kemarin.

IHSG ditutup di atas level psi­kologis 3.900. Indeks saham do­mestik tersebut telah bergerak di kisaran 3.896,85-3.917,4 se­jak ke­marin pagi. Indeks saham do­mes­tik utama tersebut anjlok ke zo­na merah pada awal per­da­ga­ngan dan kembali stabil di po­sisi awal tetapi kembali teng­ge­lam di zona merah menjelang je­da siang.

Sementara, nilai tukar rupiah masih terkoreksi dalam dan ke ba­wah level psikologis Rp 9.600 kemarin siang, yaitu sebesar 197 poin atau 2,09 persen ke Rp  9.644 per dolar AS. Kebijakan baru Bank In­donesia (BI) me­ner­bitkan term deposit valuta asing (valas) dinil­ai belum bisa mem­pengaruhi sta­bilitas nilai tukar rupiah secara cepat. Pe­nga­ruh kebijakan itu di­perkirakan baru akan terlihat dua sampai tiga bulan ke depan.

“Kebijakan BI tersebut meru­pa­kan langkah positif meng­aman­­kan ketersediaan valas di da­lam negeri, namun tidak serta merta mempengaruhi instabilitas nilai tukar rupiah dengan cepat. Bu­tuh waktu dua atau tiga bulan ke depan,” kata analis valas yang juga Managing Director Mana­gement Group Farial Anwar.

Selain itu, respons pasar me­nang­gapi kebijakan baru BI ter­sebut akan diterima dengan se­jum­lah pertimbangan. Di an­tara­nya, selain pertimbangan daya tarik dari instrumen term deposit yang diberikan, juga kekhawatiran in­tervensi BI terhadap valas atau uang bank domestik yang akan di­manfaatkan BI. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA