Defisit Anggaran 2012 Bakal Melebihi Target

Banyak Permintaan Tambahan BBM Subsidi

Rabu, 30 Mei 2012, 08:28 WIB
Defisit Anggaran 2012 Bakal Melebihi Target
ilustrasi, bbm subsidi

RMOL. Defisit anggaran 2012 diper­kirakan akan melebihi dari target Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN) sebesar 3 persen. Hal itu dipengaruhi je­bolnya kuota bahan bakar mi­nyak (BBM) subsidi.

Wakil Menteri Keuangan (Wa­menkeu) Mahendra Siregar me­ngatakan, dalam APBN sudah ditetapkan kuota BBM 40 juta kiloliter dan defisit 3 persen.

Menurut dia, hal tersebut akan menjadi pertimbangan peme­rintah dalam memutuskan pe­nam­bahan volume BBM ber­sub­sidi. Dengan permintaan penam­bahan tersebut, dapat berakibat meningkatnya defisit anggaran.

“Permintaan tambahan BBM bersubsidi berimplikasi pada pembiayaan subsidinya dan tentu berimplikasi pada peningkatan defisit,” jelasnya.

Mahendra menegaskan, jika pemerintah dan DPR tidak mem­batasi volume BBM bersubsidi, akan terjadi over quota yang mungkin sudah melebihi defisit anggaran sebesar 3 persen.

“Akan ada pembatasan tersen­diri dari pemenuhan ketetapan Undang-Undang,” katanya.

Menurut Mahendra, peng­he­matan BBM bersubsidi yang di­lakukan pemerintah sebenarnya untuk menjaga ketahanan fiskal dan kondisi stabilitas ekonomi makro. “Tidak perlu ada per­min­taan tambahan, apalagi di­gelar APBN Perubahan jilid 2,” ujarnya.

Ketua Badan Pemeriksa Ke­uangan (BPK) Hadi Poernomo mencatat, kenaikan pendapatan negara 2011 masih jauh lebih kecil dibanding belanja negara. Itu me­nyebabkan defisit ang­garan naik dua kali lipat di­banding 2010.

Hadi mengatakan, realisasi pen­dapatan dalam Laporan Rea­lisasi Anggaran Tahun 2011 ter­catat Rp 1.211 triliun, sedangkan rea­lisasi belanja Rp 1.295 triliun. Defisit anggaran 2011 mencapai Rp 84 triliun atau hampir dua kali lipat terhadap defisit 2010 se­besar Rp 47 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA