Pilih Direksi BUMN Yang Berani Menolak Intervensi

Bekas Sekmen BUMN Titip Tiga Pesan ke Dahlan Iskan

Minggu, 27 Mei 2012, 08:20 WIB
Pilih Direksi BUMN Yang Berani Menolak Intervensi
kementerian bumn
RMOL.Langkah perombakan direksi BUMN mengundang berbagai reaksi. Ada yang memuji, ada pula yang mengkritisi. Kinerja BUMN pasca perombakan pimpinan bisa jadi ukuran.

Pengamat BUMN Muham­mad Said Didu menilai, proses penunjukan direksi oleh Dahlan Iskan tidak ada masalah. Karena tidak ada Undang-Undang yang dilanggar.

“Mengenai apakah peng­gan­tinya lebih baik dari­ sebelumnya, saya tidak bisa men­­ja­wab hal ter­sebut,” ujarnya ­pada Rakyat Mer­deka di Jakarta, Jumat (25/5).

Namun, bekas Komisaris Uta­ma PT Merpati Nusantara Airli­nes ini menilai, tidak semua per­gantian manajemen pada perusa­haan pelat merah tersebut akan jadi solusi. Masalah di Mer­pati misalnya, menurut Said, bukan terletak pada pimpinan­nya. Ada banyak hal yang perlu dibenahi.

“Saya kira Ke­menterian BUMN sudah paham dan me­nger­ti ma­salah di Merpati. Ka­rena saya su­dah sering kemu­kakan,” ujar be­kas Sekretaris Menteri BUMN itu.

Ia menjelaskan, ada beberapa cara efektif yang bisa dilakukan Kementerian Negara BUMN se­bagai usaha mengembangkan pe–rusahaan pelat merah. Langkah pertama, selesaikan masalah-ma­sa­lah yang krusial. Ada tiga pilar yang harus diselesaikan dalam mengelola BUMN.

“Ini program sejak Menteri Ne­gara BUMN Tanri Abeng. Tidak akan menjadi masalah, karena roadmap-nya sudah ada,” jelas Said.

Kedua, selesaikan BUMN me­rugi. Bisa diakuisisi atau merger dengan BUMN sehat. Hal itu, menurut Said, bisa dikerjakan sekaligus atau dikemas khusus da­lam program penataan BUMN.

“Ketiga, menjaga BUMN yang sehat agar bisa terus berkembang. Itu pekerjaan di kantor BUMN. Bukan yang lain-lain,” jelasnya.

Said juga mengingatkan Men­teri BUMN tidak perlu datang ke Bank Mandiri, Telkom atau BUMN yang sudah leading. Me­nurutnya, hal itu hanya buang-buang waktu saja. Lebih baik fo­kuskan saja untuk membenahi BUMN yang masih sakit-sakit.

Demikian pula dalam menen­tu­kan direksi. Kata Said, Menteri BUMN harus bisa me­nempatkan orang-orang terbaik. Yang di­mak­­sud terbaik, bukan sekadar pro­fesional. Tapi harus bisa me­lawan segala bentuk inter­vensi.

“Nah, kalau seluruh BUMN yang sehat dipimpin orang yang terbaik, pekerjaan Men­teri BUMN bisa dikatakan selesai. Selan­jutnya, be­nahi BUMN yang belum baik atau yang ma­sih sa­kit,” tandas­nya.

Sejak dilantik menjadi Menteri BUMN pada Oktober tahun lalu, Dahlan Iskan lang­sung meng­ganti sejumlah direk­tur dan ko­misaris di BUMN. Per­gantian Direktur Utama PT Mer­pati Nu­santara Airlines (Merpati) dari Sardjono Jhony Tjitroku­sumo kepada Rudy Setyopur­nomo mi­sal­nya. Dahlan menilai, pergan­tian itu adalah langkah yang te­pat. Sebab, setiap hari Merpati rugi Rp 2 miliar. “Pergantian itu, untuk memperbaiki kinerja Merpati,” ujar Dahlan.

Lalu Dirut PT Telekomuni­kasi Indonesia Tbk (Telkom) Rinaldi Firmansyah digantikan Arief Yahya. Arief Yahya, Direktur En­terprise and Whole­sale terpilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom.

Di ba­wah kepemim­pi­nan Ri­naldi, ki­nerja Telkom se­dang ba­gus-ba­gusnya. Pendapa­tan ber­sih peru­sahaan teleko­muni­kasi pelat me­rah itu di tahun 2011 mencapai Rp 10,965 triliun.

Dahlan enggan berkomentar banyak soal pergantian tersebut. Dia hanya berharap agar Arief mem­berikan kinerja yang lebih baik lagi untuk Telkom. “Ini supaya lebih baik lagi. Saya se­rah­kan orang untuk menilai,” katanya.

Awal Januari lalu,  Frans Su­nito diberhentikan seba­gai Di­rektur Utama PT Jasa Marga Tbk. Pergantian itu di­anggap wajar. Apalagi, Frans su­dah dua periode menjabat. Peng­gantinya, Aditya­warman, adalah mantan Direktur Operasi Jasa Marga.

Pergantian juga terjadi di PT Bukit Asam Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PT Pertamina (Per­sero), PT Rajawali Nusantara Indo­­nesia (RNI) dan 14 PT Per­kebunan Nusantara (PTPN).

Tapi, dari deretan pergantian di­reksi ini, yang sempat bikin kontroversi adalah pengangkatan Ismed Hasan Putro sebagai Di­rektur Utama RNI dan Mega­nanda Daryono sebagai Direktur Utama PTPN III dan calon bos Holding PTPN.

Yang terbaru, Dahlan merom­bak direksi di PT Kimia Farma. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), meng­angkat Rusdi Rosman menjadi Direktur Utama menggantikan Syamsul Arifin. Rosdi Rosman se­belumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan perusahaan.

Ketua Komisi VI DPR  Airlang­ga Hartarto meminta Dahlan lebih konsentrasi pada pro­ses penca­paian target peng­inte­grasian eko­nomi AEAN Eco­nomic Commu­nity (AEC) 2015 ketim­bang me­lakukan perom­ba­kan di­reksi di perusahaan milik negara.

Menurutnya, sejumlah pe­rom­bakan manajemen yang dila­kukan di Kementerian BUMN berpo­tensi menghambat ki­nerja jajaran direksi selain meng­­­ganggu tata kelola peru­sahaan.

“Dngan meng­ganti jajaran di­reksi belum tentu per­soalan men­jadi selesai. Kinerja BUMN bu­kan hanya di­tentukan oleh satu atau dua orang pim­pinan,” tukas Airlangga. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA