PeÂneÂliti dari Lembaga Ilmu PengeÂtahuan Indonesia (LIPI) HermaÂwan Sulistyo menilai, selama ini BUMN sudah jadi sapi perahan oknum pejabat, penÂjahat, partai politik dan seÂgala macam mafia proyek. MeÂnuÂrutnya, hal seperti ini yang memÂbuat BUMN tidak mengaÂlami kemajuan dan baÂnyak yang merugi.
Seperti diketahui, dalam bebeÂrapa bulan terakhir, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengÂganti posisi dirut di berbagai BUMN. Hermawan mengangÂgap, sukses atau tidaknya sebuÂah BUMN itu terÂgantung dari siapa yang meÂmimpinnya.
“Kalau saya kira, kurang baÂnyak itu dirut BUMN yang diÂcopot sama Dahlan, harusnya lebih banyak dari saat ini. Yang nggak beres dan nggak bagus ya dicopotin aja lah. Masih banyak orang yang mampu di Indonesia ini,†cetusÂnya saat dikontak RakÂyat MerÂdeka di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, orang-orang yang mengisi jajaran direksi BUMN sudah banyak yang blangkotan bercokol atau menjabat dalam perusahaan. Dia mencontohkan, seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terus merugi dari tahun ke tahun. Tapi, masih saja dirutÂnya tidak diganti. Padahal, kinerjanya tidak pernah memÂbaik, bahkan sebaliknya: semaÂkin buruk.
Solusinya, kata Hermawan, jajaran diÂreksi harus diganti oleh anak muÂda yang profesional. TiÂdak hanya itu, dalam pelaksaÂnaÂannya harus diberi target selama kurang lebih satu tahun.
“Kalau si pengÂganti tidak bisa membereskan masalah yang ada, diganti lagi aja. MeÂmang dalam satu tahun belum tenÂtu bisa unÂtung dikelola manaÂjemen baru. Tapi, nantinya kalau pelayanan publiknya meÂningkat ya bolehlah dipertaÂhankan,†tuturnya.
Selain itu, Hermawan menyaÂranÂkan, kepada perusahaan pelat merah yang manfaatnya untuk masyarakat rendah dan terus meÂrugi, maka pantas untuk dijual.
“Kalau dijual tidak laku juga, ya mendingan dibubarin saja peÂruÂsahaannya. Buat apa dipertaÂhanÂkan,†tegasnya.
Menurut Kiki, sapaan HermaÂwan, hal itu bisa menjadi peluang emas bagi BUMN di Indonesia untuk menjadi yang lebih baik. Karena itu, sosok Dahlan yang haÂrus dimanfaatkan secara makÂsimal. “Ide Dahlan soal restrukÂturasi BUMN perlu didukung oleh bebeÂrapa pihak yang terkait. Saya harap ini bisa dijadikan momenÂtum untuk kebangkitan BUMN,†tandasnya.
Terkait gebrakan Dahlan Iskan, Komisi VI DPR menyambut baik pencabutan Surat Keputusan (SK) Menteri Negara Badan UsaÂha Milik Negara (BUMN) Nomor KEP-236/MBU/2011.
Seperti diketahui, SK tersebut dicabut sebagai hasil dari rapat kerja antara Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR pada 15 Februari lalu. SK itu diÂganti deÂngan menerbitkan tiga keÂputusan. Salah satunya SK-tenÂtang penetaÂpan kewenangan MenÂÂteri BUMN, sebagai waÂkil pemerintah selaku pemilik moÂdal Perusahaan Umum (PeÂrum), menÂÂjadi keweÂnangan direksi. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: