RMOL. Takut merugikan perusaÂhaÂan, ratusan karyawan yang terÂgaÂbung dalam Serikat Pekerja (SP) PT Elnusa Petrofin meÂnunÂtut Direktur Utama Iqbal AditÂyaÂwarman mundur karena diÂnilai gagal meningkatkan kiÂnerja perusahaan.
Tuntutan mundur disamÂpaiÂkan langsung jubir SP Elnusa PeÂtrofin, Pujo Saptono di JaÂkarta, kemarin.
“Kinerja perusahaan saat ini cukup baik. Namun penunjukan dirut yang baru ini (Iqbal-red) justru membuat karyawan galau dan tidak percaya diri karena banyak kontrak kerja dengan peÂrusahaan minyak besar dibaÂtalkan secara sepihak tanpa alasan jelas,†kata Pujo.
Dia menegaskan, tuntutan munÂdur ini tidak ada huÂbunganÂnya dengan pesanan dari luar. Tuntutan ini lantaran adanya pemÂbatalan beberapa kontrak kerÂja jangka panjang bernilai raÂtusan miliar rupiah oleh pimÂpiÂnan. Itu membahayakan staÂbilitas perusahaan ke depan.
Pujo juga menilai, pimpinan tiÂdak mampu memelihara kiÂnerja perusahaan serta huÂbuÂnganÂnya dengan PT PerÂtaÂmina selaku inÂduk perusahaan minyak.
Para karyawan memandang pemÂbatalan kontrak-kontrak kerÂÂÂja akan memicu perusahaan ruÂgi sehingga berujung pada peÂmutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di seluruh Indonesia.
Jika kondisi ini terus berlanÂjut, dikhawatirkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke seluÂruh Indonesia terganggu. “TunÂtutan kami hanya satu, tuÂrunkan diÂrut karena membahaÂyakan perusahaan,†tegas Pujo.
Sebelumnya, ratusan karyaÂwan PT Elnusa Petrofin mengÂgelar aksi unjuk rasa di haÂlaman gedung kantor peruÂsaÂhaÂan itu di Jalan TB SimaÂtuÂpang, Jakarta, Rabu (9/5). Mereka meÂnuntut pimÂpiÂnan munÂdur karena diniÂlai gaÂgal meÂningÂkatkan kinerja peÂrusahaan.
Aksi ratusan karyawan yang terÂgabung dalam Serikat PeÂkerja (SP) PT Elnusa Petrofin itu diwarnai penggelaran berÂbagai spanduk yang bernada protes atas kebijakan pimpinan yang berpotensi merugikan peÂrusahaan.
PT Elnusa Petrofin adalah anak perusahaan PT Elnusa Tbk yang bergerak dalam bidang hiÂlir minyak dan gas bumi. BisÂnis yang dijalankan adalah peÂngelolaan transportasi, BBM InÂdustri & Marine, pengelolaan depo (storage), SPBU, SPBE dan chemical dengan lokasi bisÂnis meliputi seluruh SumaÂtera, Jawa, Bali, Kalimantan, SulaÂwesi Maluku dan Papua.
Bisnis Elnusa Petrofin saat ini 90 persen terkait dengan PerÂtamina, baik transportasi, BBM Industri & Marine, depo, SPBU, SPBE maupun Chemical. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.