RMOL. Pembelian pesawat Sukhoi Superjet-100 yang dilakukan oleh Sky Aviation dan Kartika Airlines menimbulkan polemik. Pihak KeÂÂmenterian Perhubungan (KeÂmenÂhub) meÂngaÂku tidak mengeÂtaÂhui secara detail tentang renÂcana pembelian tersebut.
Wakil Menteri Perhubungan BamÂÂbang Susantono mengaÂtaÂkan, hal yang dilakukan oleh Sky Aviation dan Kartika Airlines meÂrupakan bisnis to bisnis antara beÂbeÂrapa airlines yang akan memÂbeli dan menyediakan pesawatÂnya. “Jadi masih business to busiÂness kok. Kita nggak ngikutin private deal-nya ya. Karena priÂvate deal-nya itu antara Kartika dan mereka (Rusia) dan Sky Aviation dengan mereka,†kataÂnya di Kantor Bappenas, kemarin.
Bambang menambahkan, tranÂsaksi yang dilakukan pihak Sukhoi dan maskapai domestik calon pembelinya itu merupakan urusan pihak swasta. Dalam pemÂbelian ini tidak ada unsur pemeÂrintahnya. Selain itu, Kemenhub juga tidak mengetahui mengenai motif pembelian pesawat buatan Rusia mulai 2007 tersebut. “ApaÂkah mengenai harga yang murah atauÂpun hal-hal lainnya, KemenÂhub tidak tahu menahu,†kilahÂnya.
Setelah ini, kata dia, KemenÂhub akan melakukan sertifikasi seÂtelah penyelidikan Komite NaÂsional KeÂselamatan TransporÂtasi (KNKT) seleÂsai. Tapi, pada wakÂtuÂÂnya, akan ada sertifikasi tuÂgas dari KemenÂhub agar semua jenis alat udara yang beroperasi di dirganatara ini layak. “Kita liÂhat kita nggak bisa melakukan spekulasi kenapa apa yang terjadi resminya seperti apa itu keluarÂnya dari KNKT,†tuÂkasnya.
Seperti diketahui, PT Sky AviaÂtion dan Sukhoi Civil Aircraft ComÂÂÂpany (SCAC) telah menanÂdaÂÂtangani kontrak pembelian 12 pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100). Hal tersebut terungkap saat penandatanganan kontrak pembeÂlian pesawat yang bernilai 380,4 juta dolar AS tersebut. Dalam situs Kementerian PerhuÂbungan (KeÂmenÂhub) yang dipuÂbliÂkasikan pada 17 Agustus 2011, kontrak terÂsebut ditandatangai oleh Vladimir Prisyazhnyuk, PreÂsiden Sukhoi Civil Aircraft ComÂpany serta YuÂsuf Ardhi selaku Komisaris Utama dan Krisman Tarigan seÂlaku Direktur Utama PT Sky AviaÂtion pada 16 Agustus 2011, di arena Internasional AviaÂtion and Space Salon MAKS 2011 di kota ZhuÂkovsky, wilayah kota Moskow.
Pembelian 12 pesawat SSJ 100, akan memperkuat PT Sky Aviation untuk melayani rute-rute baru. Pesawat pertama SSJ 100 dengan kapasitas 87 dan 98 tempat duduk dijadwalkan akan tiba di Indonesia Agustus 2012, Sky Aviation juga merupakan pengÂguna pesawat SSJ 100 perÂtama di Indonesia. PT Sky AviaÂtion sendiri merupakan salah satu unit Group Petroneks Energy. Perusahaan ini baru mengantongi AOC 135 -144 dari Kemenhub. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.