Kemenhub Tidak Pantau Private Deal Pembelian Sukhoi

Superjet Sertifikasi Sky Aviation Perlu Diselidiki

Jumat, 11 Mei 2012, 09:07 WIB
Kemenhub Tidak Pantau Private Deal Pembelian Sukhoi
Sukhoi Superjet-100

RMOL. Pembelian pesawat Sukhoi Superjet-100 yang dilakukan oleh Sky Aviation dan Kartika Airlines menimbulkan polemik. Pihak Ke­­menterian Perhubungan (Ke­men­hub) me­nga­ku tidak menge­ta­hui secara detail tentang ren­cana pembelian tersebut.

Wakil Menteri Perhubungan Bam­­bang Susantono menga­ta­kan, hal yang dilakukan oleh Sky Aviation dan Kartika Airlines me­rupakan bisnis to bisnis antara be­be­rapa airlines yang akan mem­beli dan menyediakan pesawat­nya. “Jadi masih business to busi­ness kok. Kita nggak ngikutin private deal-nya ya. Karena pri­vate deal-nya itu antara Kartika dan mereka (Rusia) dan Sky Aviation dengan mereka,” kata­nya di Kantor Bappenas, kemarin.

Bambang menambahkan, tran­saksi yang dilakukan pihak Sukhoi dan maskapai domestik calon pembelinya itu merupakan urusan pihak swasta. Dalam pem­belian ini tidak ada unsur peme­rintahnya. Selain itu, Kemenhub juga tidak mengetahui mengenai motif pembelian pesawat buatan Rusia mulai 2007 tersebut. “Apa­kah mengenai harga yang murah atau­pun hal-hal lainnya, Kemen­hub tidak tahu menahu,” kilah­nya.

Setelah ini, kata dia, Kemen­hub akan melakukan sertifikasi se­telah penyelidikan Komite Na­sional Ke­selamatan Transpor­tasi (KNKT) sele­sai. Tapi, pada wak­tu­­nya, akan ada sertifikasi tu­gas dari Kemen­hub agar semua jenis alat udara yang beroperasi di dirganatara ini layak. “Kita li­hat kita nggak bisa melakukan spekulasi kenapa apa yang terjadi resminya seperti apa itu keluar­nya dari KNKT,” tu­kasnya.

Seperti diketahui, PT Sky Avia­tion dan Sukhoi Civil Aircraft Com­­­pany (SCAC) telah menan­da­­tangani kontrak pembelian 12 pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100). Hal tersebut terungkap saat penandatanganan kontrak pembe­lian pesawat yang bernilai 380,4 juta dolar AS tersebut. Dalam situs Kementerian Perhu­bungan (Ke­men­hub) yang dipu­bli­kasikan pada 17 Agustus 2011, kontrak ter­sebut ditandatangai oleh Vladimir Prisyazhnyuk, Pre­siden Sukhoi Civil Aircraft Com­pany serta Yu­suf Ardhi selaku Komisaris Utama dan Krisman Tarigan se­laku Direktur Utama PT Sky Avia­tion pada 16 Agustus 2011, di arena Internasional Avia­tion and Space Salon MAKS 2011 di kota Zhu­kovsky, wilayah kota Moskow.

Pembelian 12 pesawat SSJ 100, akan memperkuat PT Sky Aviation untuk melayani rute-rute baru. Pesawat pertama SSJ 100 dengan kapasitas 87 dan 98 tempat duduk dijadwalkan akan tiba di Indonesia Agustus 2012, Sky Aviation juga merupakan peng­guna pesawat SSJ 100 per­tama di Indonesia. PT Sky Avia­tion sendiri merupakan salah satu unit Group Petroneks Energy. Perusahaan ini baru mengantongi AOC 135 -144 dari Kemenhub. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA