Pemerintah Klaim China Bersedia Renegosiasi Harga Gas Tangguh

Kamis, 10 Mei 2012, 08:46 WIB
Pemerintah Klaim China Bersedia Renegosiasi Harga Gas Tangguh
ILUSTRASI

RMOL. Pemerintah mengklaim pi­hak China tidak keberatan mela­kukan renegoisasi harga gas Tangguh dari Indonesia. Re­ne­gosiasi ini akan mening­katkan harga jual dari Blok Tangguh.

“Mereka sudah mau (renego­siasi harga gas). (Harganya) kita tetap mengikuti formula inter­na­sional terkait dengan Indo­nesia Crude Price (ICP),” ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, kemarin.

Hatta mengungkapkan, pe­me­rintah telah menyusun tim re­ne­gosiasi kontrak yang dikoor­di­nasikan pihak Ke­men­ko Per­eko­nomian dan Kemen­terian Ener­gi Sumber Daya Mi­neral (ESDM) serta melibatkan BP Mi­gas. Tim ini akan bekerja se­suai aturan yang ber­laku terkait formula harga gas yang ber­laku di pasar.

“Harga­nya se­suai dengan for­mula interna­sional yang ber­kait­an dengan ICP. Jika market di luar bergerak, ya tentu itu ber­gerak. Tetapi har­ga­nya jauh le­bih baik daripada yang berlaku saat ini,” jelas Hatta.

Pemerintah juga mengaku mendapat Rp 6 triliun jika pro­ses renegosiasi gas dengan Chi­na terealisasi. Renegosiasi gas dengan China akan memba­wa harga gas Indonesia ke taraf internasional.  

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, peme­rintah telah berhasil memaksa China mem­perbaharui harga ekspor gas dari Indonesia. “Kemarin ada penanda­tanganan kontrak gas income-nya hampir Rp 6 trili­un,” ujar Wacik, kemarin.

Sedangkan terkait insentif pem­ba­ngu­nan kilang yang di­minta in­ves­tor asal Kuwait, kata Hatta, peme­rintah sudah bisa menyelesaikan masalah itu.

“Itu sudah kelar, sudah sele­sai, kita bahas untuk kilang yang di Jawa Barat, yaitu Kuwait. Kita sekarang melakukan studi yang dilakukan Pertamina, sudah intensif dan sudah menemui titik temu,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA