Hal tersebut dikemukakan WaÂkil Ketua Komisi XI DPR AchÂsanul Qosasih menanggapi berÂlarut-larutnya pelaksanaan RUPS di Jamsostek, kemarin.
Menurut dia, dengan RUPS, maka JamÂsostek akan lebih muÂdah melaÂkukan langkah ekspansi investasi maupun bisnis.
Sementara BPJS Watch meÂnunÂtut PT Jamsostek untuk seÂgera melaksanakan RUPS yang telah berbulan-bulan tertunda.
“RUPS Jamsostek harusnya diÂlaksanakan Februari 2012, tapi sampai sekarang belum juÂga diÂlaksanakan. Di rapat deÂngar penÂdapat dengan DPR, Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga juga tidak menjelaskan dasar huÂkum penundaan RUPS tersebut,†ujar investigator BPJS Watch AndriÂko Otang.
Menurut Andriko, dalam minggu ini BPJS Watch akan memperÂtaÂnyakan terlambatnya pelaksaÂnaÂan RUPS tersebut kepada JamÂsostek.
Andriko mengatakan, keengÂganan JamsosÂtek mengadakan RUPS ini bisa meÂmicu kecurigaÂan bahwa PT Jamsostek sengaja memperlamÂbat proses tersebut, karena BUMN itu sebenarnya tidak pro peÂlaksanaan BPJS.
“Makanya supaya tidak ada keÂcurigaan semacam itu, kami deÂsak segera laksanakan RUPS, piÂlih direksi baru yang pro BPJS. Yang tidak pro BPJS jangan diÂpiÂlih lagi,†tegas Andriko.
Menurut dia, hal ini sangat penÂting karena direksi JamsosÂtek akan diberi kesempatan menÂÂjabat selama dua tahun di BPJS keteÂnagakerjaan.
“Jamsostek itu mengelola Rp 100 triliun uang buruh. Jangan sampai proses pelaksanaan BPJS diperlambat hanya karena ada piÂhak-pihak yang tidak ingin meÂnyerahkan pengelolaan dana yang Rp 100 triliun tersebut,†cetusnya.
Tahun ini, Jamsostek berenÂcana mengalokasikan dana seÂkiÂtar Rp 1 triliun untuk proÂgram manÂfaat tambahan yang berasal dari penyisihan keunÂtungan seniÂlai Rp 1,5 triliun. Namun, kepasÂtian alokasi dana tersebut masih akan menunggu hasil RUPS pada Juni tahun ini.
Sebelumnya, Direktur PelayaÂnan PT Jamsostek Joko SungÂkono mengaku telah menggenÂcarkan sosialisasi manfaat tamÂbahan program jaminan pelaÂyanan kesehatan (JPK) kepada provider, dokter, dan pekerja di sejumlah daerah.
Penambahan kapasitas produkÂsi dan pengemÂbangan teknologi dilakukan untuk mendukung peÂlaksanaan BPJS. Namun, aksi korporasi ini masih menunggu pelaksanaan RUPS. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: