RMOL. Badan Pusat Statistik (BPS) menÂcatat pertumbuhan ekonomi paÂda kuartal I-2012 sebesar 6,3 perÂsen dibanding periode yang saÂma tahun lalu. Pertumbuhan itu pun masih dikuasai Pulau Jawa.
Kepala BPS Suryamin mengaÂtakan, sektor pengolahan menjadi peÂmicu utama tingginya perÂtumÂbuhan ekonomi. Selain itu, ada sektor perdagangan dan sektor jasa seperti hotel dan restoran.
“Sektor-sektor ini yang meÂnyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) paling tinggi,†kata SurÂyamin saat jumpa pers perÂtumbuhan ekonomi Kuartal I-2012 di kantornya, kemarin.
Dia mengatakan, produk PDB tertinggi menurut lapangan usaha adalah sektor pertanian, peterÂnakan, kehutanan dan perikanan seÂbesar 20,9 persen. Sektor keÂuangan, real estate dan jasa peÂrusahaan 2,3 persen serta sektor pengangkutan dan komunikasi 10,3 persen dan sektor perdaÂgangan, hotel dan restoran 8,5 persen, termasuk sektor konÂstruksi tumbuh 7,3 persen.
Suryamin menjelaskan, tinggiÂnya peran sektor perikanan diseÂbabkan peralihan dari perikanan tangkap ke budidaya. Sedangkan untuk sektor pertanian dipengaÂruhi masuknya musim panen raya.
Berdasarkan pengeluaran, konÂsumsi rumah tangga naik 4,9 perÂsen, konsumsi pemerintah naik 5,9 persen dan belanja modal naik 9,9 persen. Ekspor naik 7,8 persen dan impor naik 8,2 persen. “Konsumsi pemerintah tumbuh karena ada upaya mempercepat penggunaan APBN,†jelasnya.
Menurut Suryamin, distribusi PDB masih dikuasai Jawa yang maÂsih mendominasi dengan perÂtumbuhan 57,5 persen, SumaÂtera 23,6 persen, Kalimantan 9,8 perÂsen, Sulawesi 4,5 persen dan puÂlau lainnya 4,6 persen.
“Tiga provinsi dengan pertumÂbuhan terbesar pertama adalah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat,†terangnya.
Sedangkan kenaikan pertumÂbuhan tertinggi dialami Pulau Kalimantan, yang pada triwulan I-2011 pertumbuhannya 9,3 perÂsen. Pada periode yang sama taÂhun ini, pertumbuhan ekoÂnoÂminya menjadi 9,8 persen. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.