RMOL.Bursa Efek Indonesia (BEI) mencurigai adanya transaksi afiliasi dalam aksi pembelian 100 persen saham Robbinz Department Store, Hong Kong, oleh PT Multipolar Tbk (MLPL). Saat ini BEI tengah mendalami alur proses transaksi akuisisi (pengambialihan). Untuk itu, pihak bursa akan meminta penjelasan pada direksi Multipolar atas transaksi senilai Rp 396,7 miliar tersebut.
Hal itu diungkapkan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Eddy Sugito di Jakarta, kemarin. Menurut Eddy, memang tidak ada ketentuan yang melarang transaksi afiliasi dan Lippo China sudah mengatakan hak tersebut. “Namun, kan tetap ada aturan terkait kepatutan transaksi. Kita akan lihat apa butuh duduk bareng dengan mereka,” katanya.
Dikatakan, otoritas pasar modal juga belum bisa memutuskan apakah transaksi ini menyalahi peraturan atau tidak. Meskipun dalam penjelasan MLPL disebutkan, Lippo China Resources Limited bertindak sebagai penjamin penjual.
Karena itu, lanjut Eddy, muncul kecurigaan aksi ini merupakan transaksi afiliasi. “Tidak ada larangan juga kan kalau transaksi afiliasi. Mereka juga sudah bilang itu (Lippo China) dalam keterbukaannya. Ini lebih kepada kepatutan transaksi. Kita masih lihat,” terang Eddy.
Dengan akuisisi senilai 345 juta dolar Hong Kong atau setara Rp 396,75 miliar itu, Multipolar akan menguasai jaringan bisnis ritel Robbinz Department Store di Hong Kong. Corporate Secretary Multipolar Chrysologus RN Sinulingga mengatakan, penandatanganan akuisisi dilakukan antara Mainvest Limited dan Queenz Limited.
Dalam transaksi ini, Multipolar bertindak langsung sebagai penjamin pembeli. Sedangkan Lippo China Resources Limited bertindak sebagai penjamin penjual. Multipolar melalui anak usahanya ini, akan membayar akuisisi itu secara bertahap selama 12 bulan sejak closing (penutupan) transaksi (Rakyat Merdeka, 11/8).
Pengamat pasar modal Felix Sindhunata mengemukakan, rencana Multipolar perlu diketahui lebih lanjut. Apakah langkah menggandeng Robbinz Department Store tersebut sebagai upaya Multipolar untuk go international atau sebaliknya ekspansi di pasar ritel dalam negeri. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: