Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

SABTU, 07 NOVEMBER 2026 | 18:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto berpotensi memengaruhi kepercayaan investor. 

Airlangga menyayangkan dugaan praktik penyadapan tersebut karena dapat memunculkan persepsi negatif di kalangan pelaku pasar dan dunia usaha.

“Tentu sangat disayangkan terjadi penyadapan. Ini tentu akibatnya adalah bukan dari segi fundamental, tapi dari sentimental. Karena ekonomi kan juga faktor psikologis juga ikut mempengaruhi,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, dikutip Sabtu, 7 November 2026.


Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan tetap berfokus menjaga fundamental ekonomi nasional agar tetap solid di tengah berkembangnya sentimen negatif.

“Yang penting kita jaga fundamental saja,” tegasnya.

Airlangga juga menilai sikap tegas Kapolri dalam merespons kasus dugaan penyadapan tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi. Menurutnya, langkah aparat penegak hukum diperlukan untuk memberikan kepastian keamanan.

“Kapolri kan mengambil kebijakan yang tegas, jadi itu yang positif lah tentu pengambilannya,” tutur Airlangga.

Terkait kekhawatiran dunia usaha lantaran dugaan penyadapan disebut turut menyasar sejumlah pengusaha, Airlangga enggan berkomentar lebih jauh. Ia hanya menyebut sasaran tersebut merupakan pengusaha tertentu.

“Ya tapi kan pengusaha tertentu, dalam tanda petik,” kelakarnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya