Berita

Muhadjir Effendy saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam Podcast EdShareOn, Eddy Sharing and Discussion. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

KAMIS, 01 OKTOBER 2026 | 22:33 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof. Muhadjir Effendy mengungkap sejumlah pengalaman dan tantangan yang dihadapinya selama menduduki berbagai jabatan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam Podcast EdShareOn, Eddy Sharing and Discussion, dikutip Kamis 1 Oktober 2026.

Dalam perbincangan tersebut, Muhadjir yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016-2019, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) periode 2019-2024, serta Menteri Agama ad interim pada 30 Juni hingga 19 Juli 2022, membahas berbagai persoalan strategis yang pernah dihadapinya.


Salah satu yang disoroti adalah persoalan pendidikan, khususnya kualitas dan kesejahteraan guru. Muhadjir secara terbuka mengungkapkan penyesalannya karena belum dapat meningkatkan kesejahteraan guru secara optimal saat menjabat sebagai Mendikbud.

"Saya merasa bersalah ketika menjadi Mendikbud. Usaha meningkatkan kesejahteraan guru tidak berhasil maksimal," kata Muhadjir.

Di sisi lain, menurutnya, persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan dan tantangan bonus demografi.

Selain pendidikan, Muhadjir juga membagikan pengalamannya terkait penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyoroti tantangan besar dalam mengelola kebutuhan jemaah Indonesia yang jumlahnya sangat besar serta pentingnya pembenahan sistem dan tata kelola haji.

Muhadjir menilai perubahan tata kelola penyelenggaraan haji perlu dipersiapkan secara matang agar sistem pelayanan dapat menjawab kebutuhan jemaah di masa mendatang.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perbincangan yang membahas pendidikan, sumber daya manusia, hingga penyelenggaraan haji secara lebih luas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya