Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN Okta Kumala Dewi. (Foto: Istimewa)

Parlemen

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

SELASA, 29 SEPTEMBER 2026 | 02:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pidato Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Sidang Majelis Umum PBB diapresiasi Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN Okta Kumala Dewi.

Menurut Okta, penguatan multilateralisme merupakan kebutuhan penting di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.

“Saya mengapresiasi pidato Menlu Sugiono. Di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks, multilateralisme justru harus diperkuat, bukan ditinggalkan. Dunia membutuhkan ruang dialog dan kerja sama untuk mencegah konflik serta membangun perdamaian,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 28 September 2026.


Okta menilai PBB tetap memiliki posisi strategis sebagai forum utama negara-negara dunia dalam membangun kerja sama dan menjaga perdamaian internasional. Karena itu, Indonesia perlu terus berkontribusi aktif dalam memperkuat sistem multilateral.

Legislator PAN itu juga mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.

“Indonesia harus hadir dan memainkan peran aktif di forum internasional. Keanggotaan di DK PBB harus menjadi bagian dari kepentingan nasional sekaligus implementasi politik luar negeri bebas aktif dan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia,” katanya.

Terkait Palestina, Okta menegaskan bahwa Indonesia harus terus konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. 

Menurutnya, persoalan Palestina tidak hanya menyangkut konflik antara dua pihak, tetapi juga menjadi cerminan sejauh mana masyarakat internasional mampu menegakkan prinsip kemanusiaan, hukum internasional, dan hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri.

“Palestina menjadi salah satu ujian terbesar multilateralisme dan kemanusiaan. Ketika prinsip-prinsip hukum internasional dan kemanusiaan diuji, masyarakat internasional tidak boleh kehilangan komitmen untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Okta menilai Indonesia perlu terus menggunakan jalur diplomasi dan forum internasional untuk mendorong terwujudnya perdamaian di Palestina. 

Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, menurutnya, juga merupakan bagian dari konsistensi politik luar negeri Indonesia yang selama ini menempatkan perdamaian dunia dan penghormatan terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa sebagai prinsip penting.

“Indonesia harus terus menyuarakan kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional. Palestina merdeka adalah sebuah keharusan. Perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila hak rakyat Palestina untuk merdeka dan menentukan masa depannya sendiri dihormati,” kata Okta.

Ia berharap semakin aktifnya Indonesia di forum multilateral, termasuk melalui pencalonan sebagai anggota tidak tetap DK PBB, dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam mendorong perdamaian, memperjuangkan kepentingan nasional.

“Dan memastikan multilateralisme tetap menjadi instrumen penting dalam menyelesaikan persoalan-persoalan global,” pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya