Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL)

Politik

SDR:

Nusron dan Fahd A Rafiq Bukti Kegagalan Bahlil Nakhodai Golkar

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 22:08 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengunduran diri Nusron Wahid dari kepengurusan DPP Partai Golkar tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab politik Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto berpandangan, Bahlil punya kewajiban menjaga dan memastikan kader Golkar, terutama yang berada di kabinet tetap dalam koridor partai. Namun hal itu tampaknya tidak berjalan dengan baik.

"Bahlil sebagai Ketum Golkar memiliki kewajiban melindungi para kadernya terutama di dalam kabinet. Apalagi Golkar sebagai bagian dari partai pendukung pemerintah memiliki porsi besar dan strategis dalam kabinet," kata Hari kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 20 September 2026.


Hari juga melihat ada kejanggalan di balik pengunduran diri Menteri ATR/BPN tersebut dari kepengurusan Golkar. Penjelasan Sekjen Golkar Sarmuji, Nusron sudah melayangkan surat pengunduran diri ke Bahlil sejak enam bulan lalu, namun baru terungkap ke publik setelah ia dikait-kaitkan dengan OTT KPK di Kementerian ATR/BPN belum lama ini.

Menurut Hari, waktu pengunduran diri Nusron menjadi penting untuk melihat dinamika internal Golkar.

"Pengunduran diri Nusron ini bisa dikatakan kegagalan Bahlil memimpin Golkar karena dia tidak menunjukkan sikap tegas. Padahal kadernya, Fahd Arafiq sudah jadi tersangka OTT KPK, bahkan sekarang arahnya menuju ke Nusron sendiri," terang Hari.

Di sisi lain, Hari menduga posisi Nusron di kabinet Prabowo-Gibran bukan hasil kerja politik Bahlil. Bisa jadi Nusron dilirik Prabowo karena pertimbangan dari pihak lain di luar Golkar.

"Bisa jadi posisi Nusron di kabinet bukan dari kerja politik Bahlil sebagai Ketua Umum tapi ada backup lain di luar Golkar," ujar Hari.

Dugaan ini juga diperkuat dengan sikap Nusron yang bak hilang ditelan bumi setelah OTT OTT KPK yang menyeret sejumlah pejabat dan pihak swasta di lingkungan ATR/BPN.

"Bisa ditengarai Nusron mencari perlindungan di luar Golkar karena dia memahami bahwa Ketum Golkar tidak akan bisa membantunya," tutup Hari.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya