Langkah Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: RMOL/Alifia Ramandhita)
Langkah Menteri Keuangan Suahasil Nazara memuji kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) baru-baru ini memunculkan tanda tanya.
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menyoroti, sikap tersebut kontras dengan era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang justru melakukan perombakan ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan DJBC). Padahal Suahasil baru hitungan hari menjabat Menteri Keuangan pengganti Purbaya.
"Terbaca publik. Purbaya menyikat dan membersihkan jajaran Bea Cukai. Sementara Suahasil masuk langsung puja-puji Bea Cukai, ada apa nih?" kata Muslim kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 20 September 2026.
Diketahui, Purbaya melakukan perombakan Dirjen bea Cukai pada 10 September dengan menyasar ratusan pejabat. Langkah tersebut kemudian menjadi perhatian setelah Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama meminta agar perombakan ditunda atau dibatalkan.
Sementara Suahasil setelah dilantik menyatakan akan mendalami perombakan di lingkungan DJBC yang dilakukan Purbaya dengan melihat proses pelantikan dan keputusan Menteri Keuangan yang menjadi dasar kebijakan tersebut.
Namun, Suahasil juga menyatakan penindakan terhadap kegiatan ilegal oleh Bea Cukai sudah kuat dan akan terus dilanjutkan. Ia turut mengapresiasi kinerja jajaran Bea Cukai di bawah kepemimpinan Djaka Budhi Utama.
Muslim menilai perbedaan sikap tersebut berpotensi memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terlebih pergantian Menkeu berlangsung secara mendadak.
"Publik tertentu bertanya dan heran. Terjadi anggapan di publik ada tekanan?" ujarnya.
Meski demikian, Muslim mengakui rumor yang berkembang belum tentu mencerminkan alasan sebenarnya di balik pergantian Menteri Keuangan.
"Terlepas dari apa pun rumor yang berkembang di publik. Apakah benar pergantian Purbaya yang mendadak itu semata karena soal Bea Cukai saja atau ada hal lain?" katanya.
Muslim juga mempertanyakan sikap Suahasil terhadap Bea Cukai setelah menggantikan Purbaya.
"Atau puja-puji Suahasil terhadap Bea Cukai itu karena semata ABS (asal bapak senang)? Atau apa?" ujarnya.
Di sisi lain, Purbaya menyatakan pergantian Menteri Keuangan merupakan hak prerogatif Presiden. Sementara Suahasil menegaskan akan melanjutkan koordinasi dan mendalami berbagai kebijakan yang telah berjalan di Kementerian Keuangan.
Bagi Muslim, terlepas dari penjelasan resmi pemerintah maupun rumor yang berkembang, pergantian Purbaya dan arah kebijakan Suahasil terhadap DJBC tetap layak dicermati publik.
"Tentunya semua terpulang ke publik mencermati dan memahaminya," tandas Muslim.