Berita

M. Syukur Mandar. (Foto: Istimewa)

Politik

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 18:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

M. Syukur Mandar resmi dicopot dari posisi Presiden Dewan Nasional Gerakan Oposisi Indonesia. 

Mandat dicabut melalui Rapat pleno Luar Biasa Dewan Nasional Gerakan Oposisi Indonesia, atas penilaian terdapat dugaan manuver politik tanpa mandat organisasi serta dugaan penggunaan posisi dan nama organisasi untuk meraup kepentingan pribadi.

Dalam pernyataan tertulis, Dewan Nasional menegaskan, pencopotan Syukur Mandar bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan. 


Keputusan tersebut diambil sebagai koreksi terhadap tata kelola organisasi dan upaya menjaga Gerakan Oposisi Indonesia agar tidak berubah menjadi kendaraan kepentingan politik praktis dan kepentingan personal.

“Atas mandat siapa Saudara M. Syukur Mandar melakukan komunikasi, pendekatan dan manuver yang berpotensi membawa arah perjuangan Gerakan Oposisi Indonesia keluar dari Garis Perjuangan yang telah ditetapkan organisasi,” kata Dewan Nasional dikutip Minggu 20 September 2026.

Menurut Dewan Nasional, jabatan Presiden Dewan Nasional bukan kekuasaan personal. AD/ART menempatkan kepemimpinan Gerakan Oposisi Indonesia dalam sistem kolektif-kolegial. 

Presiden Dewan Nasional berfungsi sebagai koordinator kolektif dan juru bicara organisasi, bukan pemegang kekuasaan tunggal. Karena itu, keputusan strategis yang membawa konsekuensi terhadap arah organisasi tidak dapat diputuskan seorang diri.

“Jabatan Presiden adalah mandat organisasi, bukan kepemilikan atas organisasi,” tegas Dewan Nasional.

Dewan Nasional juga menyoroti dugaan keuntungan pribadi yang mungkin diterima Syukur Mandar dalam rangkaian komunikasi, pendekatan atau manuver tersebut.

Dewan nasional menegaskan, Organisasi bukan instrumen transaksi personal. Apabila posisi, nama, jaringan atau mandat Gerakan Oposisi Indonesia digunakan untuk memperoleh keuntungan pribadi dan hal tersebut terbukti, maka tindakan itu harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada organisasi.

Sikap tersebut berangkat dari posisi Gerakan Oposisi Indonesia yang sejak awal mendeklarasikan diri sebagai kekuatan sipil yang independen, non-partisan dan terbuka bagi seluruh warga negara.

Organisasi juga menempatkan dirinya sebagai kekuatan penyeimbang dan pengawas sosial terhadap penyelenggara negara serta mitra kritis pemerintah dalam pembangunan demokrasi dan penegakan hukum.

“Oposisi harus memiliki jarak yang kritis terhadap kekuasaan. Bukan menjadi bagian dari kekuasaan. Bukan menjadi alat kekuasaan. Dan bukan pula menjadi kendaraan kepentingan politik praktis,” demikian keterangan Dewan Nasional.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya