Berita

Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko (tengah) dalam Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK). (Foto: Istimewa)

Bisnis

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 03:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Perum Perhutani menyalurkan pendanaan usaha kepada ratusan pelaku UMKM di sekitar kawasan hutan sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa hutan.

Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), Perhutani tidak hanya memberikan dukungan permodalan, tetapi juga menjalankan proses inkubasi agar usaha masyarakat dapat berkembang dan memiliki daya saing.

Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan.


“Cipta Hutan Lestari mengajarkan kita bahwa menjaga hutan tidak bisa dilepaskan dari pemberdayaan manusianya. Melalui inkubasi PUMK ini, Perhutani hadir memperkuat kapasitas usaha masyarakat desa hutan agar mandiri secara ekonomi.” ujar Tio Handoko di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Dalam periode 2023 hingga 2026, Perhutani tercatat telah mengalokasikan dana PUMK sebesar Rp12,443 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 449 mitra UMKM yang tersebar di wilayah Jawa dan Madura.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat di tingkat tapak, sekaligus menjadi bagian dari implementasi filosofi "Cipta Hutan Lestari".

Penyaluran PUMK mencakup berbagai sektor usaha produktif yang dikelola masyarakat. Sektor perdagangan menjadi penerima alokasi terbesar, yakni Rp4,761 miliar untuk 198 mitra UMKM.

Berikutnya, sektor pertanian berbasis kawasan hutan memperoleh Rp1,956 miliar yang disalurkan kepada 54 mitra. Sementara sektor industri pengolahan lokal mendapatkan Rp1,204 miliar untuk 54 mitra.

Dukungan pendanaan juga diberikan kepada pelaku usaha di sektor perkebunan sebesar Rp330 juta, perikanan Rp614 juta, peternakan Rp65 juta, serta jasa Rp336 juta. Adapun alokasi untuk sektor pendukung lainnya mencapai Rp3,177 miliar.

Perhutani menyatakan keberlanjutan program PUMK diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar hutan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program tersebut terutama diarahkan pada upaya pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan yang layak, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan sekitar hutan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya