Berita

Ilustrasi bilik suara. (Foto: RMOL)

Politik

RUU Pemilu Jangan Cuma Bahas Ambang Batas Parlemen

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 17:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan pembahasan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam revisi UU Pemilu harus ditempuh melalui musyawarah antarpartai politik.

Menurut Eddy, Pemilu merupakan sebuah konsensus bersama sehingga setiap perubahan aturan, termasuk mengenai ambang batas parlemen, harus disepakati melalui pembahasan yang menyeluruh.

"Syukur-syukur itu bulat. Apakah itu ada kenaikan atau penurunan, apapun itu dibahas secara musyawarah mufakat di antara parpol," ujar Eddy usai hadiri forum Diskusi Aktual (FDA) MPR RI bertema Perspektif dan Masukan Pemangku Kebijakan tentang Pentingnya Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim yang Berkeadilan (PPIB) di Ruang Delegasi, Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.


Meski terdapat perbedaan pandangan, Waketum Partai Amanat Nasional itu mengatakan keputusan yang nantinya dituangkan dalam undang-undang harus menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan Pemilu.

"Memang ada pandangan berbeda, tetapi pada prinsipnya apa yang diputus dan ditetapkan di UU itu yang dilaksanakan dalam pembahasan RUU Pemilu ke depannya," katanya.

Terkait wacana PT 5 persen, Eddy belum menyebut angka definitif yang menjadi sikap PAN. Ia menyerahkan penyampaian hasil kesepakatan kepada para ketua umum partai politik.

"Angka definitif saya belum bisa sebutkan karena saya pikir itu nanti biar ketum parpol yang menyampaikan langsung," ujarnya.

Eddy menambahkan, berapa pun angka PT yang nantinya disepakati, keputusan tersebut harus merupakan hasil pembahasan panjang dan mendalam antarpimpinan partai politik.

"Apapun yang diputuskan di forum pimpinan parpol itu adalah keputusan yang terbaik bagi parpol. Jadi berapapun kesepakatannya, sepanjang itu melalui diskusi yang panjang, menyeluruh dan mendalam di antara pimpinan parpol tentu itu yang terbaik," jelasnya.

Mengenai potensi suara pemilih yang tidak terakomodasi jika PT ditetapkan 5 persen, Eddy mengatakan persoalan tersebut juga akan menjadi bagian dari pembahasan bersama.

Namun, ia mengingatkan agar pembahasan RUU Pemilu tidak hanya berfokus pada ambang batas parlemen. Menurutnya, berbagai persoalan dalam pelaksanaan Pemilu, seperti pelanggaran dan politik uang, juga perlu mendapat perhatian.

Ia menilai persoalan politik uang dan berbagai pelanggaran Pemilu sebelumnya tidak boleh dikesampingkan hanya karena perhatian tertuju pada isu PT.

"Ujungnya bagaimana Pemilu ditingkatkan," tandasnya.



Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya