Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: White House)

Dunia

Trump Tuntut The Fed Pangkas Suku Bunga Secara Agresif

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 17:11 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali memanas.

Presiden AS Donald Trump secara terbuka melontarkan kritik keras dan mendesak The Fed agar memangkas suku bunga acuan secara agresif hingga menyentuh level 1% atau lebih rendah.

Desakan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social menyusul langkah kebijakan moneter terbaru yang diambil oleh pimpinan baru The Fed, Kevin Warsh. 


Sebelumnya, para pembuat kebijakan di The Fed secara bulat menyetujui kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga kini berada di kisaran 3,75% hingga 4%. Kenaikan ini menandai pengetatan pertama sejak tahun 2023 setelah melalui berbagai fase penyesuaian ekonomi.

Dalam pesannya, Trump menegaskan bahwa ekonomi Amerika Serikat dengan kualitas kredit terbaik di dunia tidak seharusnya dibebani oleh suku bunga yang tinggi.

“Suku bunga di Amerika Serikat seharusnya 1% atau lebih rendah karena kita adalah negara dengan kualitas kredit terbaik di dunia—jauh yang terbaik. Turunkan suku bunga untuk Amerika Serikat, dan lakukan dengan cepat!,” kata Trump.

Meskipun melayangkan kritik tajam yang diarahkan pada institusi bank sentral, Trump mengaku masih menaruh kepercayaan kepada Kevin Warsh yang ia tunjuk pada awal 2026 untuk menggantikan Jerome Powell.

Kendati demikian, Trump tidak segan-segan melabeli dewan gubernur The Fed bersikap politis dan keliru dalam mengambil keputusan.

“Saya mengatakan kepada Kevin, Anda mungkin sebaiknya ikut memilih bersama dewan karena hal itu tidak akan berpengaruh. Dewan sangat bermusuhan. Mereka sangat politis. Mereka melakukan hal yang salah,” ungkap Trump.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Kevin Warsh mempertahankan pendiriannya atas dasar pertimbangan ekonomi yang matang. Warsh menyatakan bahwa langkah pengetatan ini terpaksa diambil karena data inflasi selama musim panas belum menunjukkan perbaikan yang signifikan pada tren inflasi mendasar.

“Fakta sederhananya adalah inflasi masih terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama,” ujar Warsh menegaskan urgensi kebijakan tersebut.

Proyeksi terbaru dari para pejabat The Fed juga mengindikasikan masih adanya potensi kelanjutan penyesuaian suku bunga ke depan demi meredam gejolak inflasi.

Di tengah perbedaan pandangan antara pemerintah dan otoritas moneter ini, perdebatan mengenai arah kebijakan suku bunga dipastikan akan terus menjadi sorotan utama para pelaku pasar global.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya