Berita

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Sarifah Ainun Jariyah. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

RUU KKS Wajib Lindungi Pelapor Serangan Siber

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 15:16 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kewajiban melaporkan insiden siber berpotensi menjadi bumerang jika penyedia sistem elektronik yang menjadi korban justru terancam kriminalisasi atau sanksi setelah melapor.

Karena itu, ketentuan safe harbor atau perlindungan hukum bagi pelapor insiden siber perlu dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan Sarifah Ainun Jariyah mengatakan, perlindungan diperlukan bagi penyedia sistem yang melaporkan serangan secara cepat, jujur, transparan, dan beritikad baik.


Menurutnya, tanpa kepastian tersebut, penyedia sistem dapat memilih tidak melaporkan serangan karena khawatir informasi yang disampaikan justru digunakan untuk menjerat mereka secara hukum.

“Negara tidak mungkin membangun situational awareness nasional apabila setiap penyedia jasa dan sistem justru ragu untuk melaporkan insiden yang terjadi karena khawatir laporan tersebut digunakan untuk menjerat mereka secara hukum,” ujar Sarifah kepada wartawan, Kamis, 17 September 2026. 

Persoalannya, kewajiban pelaporan harus membedakan antara penyedia sistem yang sengaja lalai atau menutup-nutupi insiden dengan pihak yang menjadi korban serangan siber dan segera melaporkannya kepada negara.

Sarifah mengingatkan, jangan sampai kewajiban tersebut membuat korban serangan siber berada dalam posisi hukum yang justru merugikan.

“Jangan sampai ini menjadi paradoks. Negara mewajibkan pelaporan insiden, tetapi ketika penyedia sistem melaporkan bahwa sistemnya diretas, justru laporan tersebut menjadi pintu masuk kriminalisasi atau sanksi pidana,” kata Sarifah.

Karena itu, formulasi safe harbor dalam RUU KKS perlu memastikan pihak yang menjalankan kewajiban pelaporan secara cepat, jujur, dan beritikad baik tidak diperlakukan sama dengan pihak yang sengaja lalai atau menyembunyikan insiden.

Skema tersebut berkaitan langsung dengan upaya membangun situational awareness keamanan siber nasional. Semakin banyak insiden yang dapat dilaporkan secara terbuka, semakin utuh pula gambaran mengenai ancaman siber yang dihadapi.

Untuk diketahui, pembahasan RUU KKS saat ini berada pada tahap Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Panitia Kerja (Panja) Komisi I DPR RI bersama para pakar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya