Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bukan Sekadar Besar, Anggaran Negara Perlu Lebih Tepat Sasaran

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 14:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Belanja negara tak sekadar soal seberapa besar anggaran yang tersedia, tetapi juga ke mana uang negara diarahkan. Di tengah ruang fiskal yang masih terbuka, pemerintah dinilai memiliki kesempatan untuk menggeser belanja ke sektor-sektor yang dinilai lebih berdampak langsung terhadap perekonomian.

Kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pendidikan menjadi sejumlah sektor yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar. Realokasi dan rekalibrasi anggaran dianggap dapat menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan peran APBN dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Pandangan tersebut disampaikan ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja dalam diskusi bertajuk “Reclaiming Global Trust: Indonesia’s Investment Agenda for a Volatile World” di Jakarta, dikutip Kamis 17 September 2026.


“Anggaran kesehatan, UMKM, dana desa ini kekecilan. Jadi, perlu realokasi, recalibration itu harus dikerjakan di sektoral spending,” ujar Enrico.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia masih relatif terjaga. Hingga Juni 2026, defisit APBN tercatat Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dengan posisi tersebut, pemerintah masih memiliki ruang belanja hingga akhir tahun, selama batas defisit 3 persen PDB tetap dijaga.

“Di fiskal masih oke, defisit kita di Juni oke, di bawah 1 persen. Dan masih lima bulan lagi akhir tahun, jadi nggak breach ke 3 persen,” katanya.

Ruang fiskal tersebut, lanjut Enrico, dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kembali sejumlah pos belanja, termasuk anggaran pendidikan. Ia secara khusus menyoroti kesejahteraan guru yang dinilai masih memiliki ruang untuk diperbaiki.

“Misalnya gaji guru, itu kan ada ruang untuk di-improve, dan ini bisa dikaji ulang agar mereka bisa dinaikkan, atau sesuai dengan market price. Itu akan berdampak,” kata dia.

Penguatan dukungan bagi UMKM juga dinilai penting untuk membangun confidence di kalangan pelaku usaha dan masyarakat. Menurut Enrico, peningkatan kepercayaan atau trust menjadi bagian penting agar aktivitas ekonomi terus bergerak.

Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan potensi mencapai 6 persen. Sementara defisit APBN diproyeksikan sekitar 2,85 persen terhadap PDB.

Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Selasa, menyatakan komitmennya menjaga APBN sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mempertahankan stabilitas perekonomian.

Menurutnya, manfaat APBN bagi masyarakat tercermin melalui konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, serta kegiatan ekspor. Dengan pengelolaan keuangan negara yang baik, APBN diharapkan terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam seremoni di Istana Negara, Jakarta, Senin 14 September 2026.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya