Berita

Gedung DPR. (Foto: RMOL)

Politik

DPR Bebal soal Ambang Batas Parlemen 5 Persen

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 14:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sejumlah partai koalisi pemerintah disebut menyepakati parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 5 persen. Angka itu naik jika dibanding pemilu sebelumnya sebesar 4 persen.

Merespons hal tersebut, ABC Riset & Consulting, Erizal menilai partai-partai di DPR memang sengaja menghalangi adanya partai baru masuk parlemen Senayan.

Buktinya, kata Erizal, bukannya menurunkan ambang batas parlemen 4 persen yang hanya berlaku sampai Pemilu 2024 seperti putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang dibacakan pada 29 Februari 2024 lalu, namun justru malah menaikkannya menjadi 5 persen pada Pemilu 2029. 


"Partai-partai di DPR bebal, meskipun itu juga kewenangan pembuat undang-undang," kata Erizal, dikutip Kamis 17 September 2026.

Ambang batas 5 persen ini sudah disetujui Partai Gerindra sebagaimana yang disampaikan Sekjen Sugiono.

"Intinya, semua partai di DPR sudah menyepakati, pada pertemuan ketum-ketum partai, baru-baru ini," kata Erizal.

Dengan ambang batas parlemen 5 persen, rasanya tidak ada partai-partai di DPR yang berjumlah delapan partai yang akan keluar dari DPR seperti halnya PPP, pada Pemilu 2024, kemarin. 

"Diperkirakan, delapan partai yang saat ini ada di DPR, tembus angka perolehan suara sebesar 5 persen," kata Erizal.

Sebaliknya, partai-partai baru pun akan kesulitan menembus angka 5 persen itu. Jangankan 5 persen, 4 persen saja selama tiga kali Pemilu terakhir, terbukti tidak ada yang bisa lolos.

Partai manakah yang sedang ditolak atau dikerjain DPR, agar tak bisa masuk ke parlemen? 

"Partai mana lagi, kalau bukan PSI. PSI paling getol dan berkoar-koar saat ini akan bisa masuk ke DPR dengan mudah, bahkan katanya berpeluang akan memenangkan Pemilu 2029," kata Erizal.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya