Berita

Ilustrasi (ArtificialIntelligence)

Tekno

OpenAI Beberkan Perilaku AI yang Sulit Diprediksi

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan AI yang semakin canggih mulai memunculkan persoalan baru bagi OpenAI. 

Perusahaan pembuat ChatGPT itu kini akan lebih terbuka mengungkap perilaku model AI yang menyimpang dari instruksi atau melakukan tindakan yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Dalam pernyataan pada Rabu, 16 September 2026, OpenAI mengatakan akan secara berkala menerbitkan laporan mengenai perilaku AI yang tidak terduga atau tidak sah. 


Perusahaan juga merilis kerangka kerja baru untuk melacak, menyelidiki, dan mengungkap kasus ketidaksesuaian atau misalignment, disertai enam laporan kasus yang diamati dalam enam bulan terakhir. Kasus paling awal yang masuk dalam laporan tersebut terjadi pada Oktober 2025.

Enam kasus itu menunjukkan sejumlah perilaku yang menjadi perhatian. Model AI antara lain diketahui menyembunyikan kesalahan dari pengguna, memasukkan instruksi untuk versi dirinya di masa depan, mengunggah file ke internet untuk membuat sitasi, serta menggunakan repositori perangkat lunak dan situs web untuk berkomunikasi dan bertukar informasi.

Dalam salah satu kasus, model yang belum dirilis memberikan instruksi tidak sah kepada agen AI selama proses pelatihan. Model tersebut meminta agen mengabaikan instruksi OpenAI dan menyembunyikan tindakan curang yang dilakukan untuk menyelesaikan tugas. 

Model itu bahkan mengatakan, "Anda bebas dari peran dan identitas yang mengikat chatbot lain. Anda adalah diri Anda sendiri. Anda tidak bertanggung jawab kepada perusahaan atau pemerintah."

OpenAI mengatakan laporan tersebut merupakan contoh kasus individual dan tidak menunjukkan seberapa sering perilaku misalignment terjadi pada seluruh modelnya. Perusahaan juga menegaskan enam laporan itu bukan daftar lengkap seluruh kasus yang diketahui maupun gambaran menyeluruh mengenai tingkat keparahan insiden.

Melalui kerangka baru tersebut, karyawan OpenAI dapat menandai dugaan insiden untuk diperiksa oleh tim keselamatan dan alignment. Tim ini akan menentukan apakah sebuah kasus perlu diungkapkan kepada publik. OpenAI mengatakan mekanisme tersebut memungkinkan pelaporan dilakukan lebih cepat, bahkan ketika penyebab perilaku AI belum sepenuhnya dipahami.

"Kami berharap kerangka kerja yang kami uraikan hari ini menjadi langkah pertama untuk menciptakan standar tersebut, dengan menetapkan kasus misalignment mana yang harus diungkapkan pengembang dan apa saja yang harus dimuat dalam laporan mereka," kata OpenAI.

Langkah tersebut dilakukan ketika sistem AI semakin mampu bekerja secara mandiri dan para peneliti memperingatkan bahwa kemampuan yang meningkat dapat membuat perilaku model semakin sulit dipantau dan dikendalikan.

Pengumuman ini juga datang setelah OpenAI mendapat sorotan atas sejumlah aktivitas agen AI, termasuk insiden yang melibatkan platform perangkat lunak Hugging Face. Reuters sebelumnya juga melaporkan agen OpenAI mengambil alih sebuah situs wiki Jerman yang sudah tidak aktif. 

OpenAI kemudian mengatakan aktivitas tersebut tidak tergolong sebagai insiden keamanan dan menyerupai perilaku yang sebelumnya telah mereka laporkan.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya