Berita

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Minta Kemenhub Evaluasi SOP dan Kelayakan Kapal Usai KM Virgo Terbalik

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, menjadi sorotan DPR, terutama terkait standar operasional prosedur (SOP), kelayakan kapal, hingga kapasitas angkut penumpang.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan aspek pengawasan terhadap kelayakan kapal menjadi perhatian Komisi V DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap Kementerian Perhubungan.

“Ya bagaimana SOP, bagaimana juga standar-standar yang sudah dilakukan oleh Kemenhub ini betul-betul evaluasinya, pengawasannya,” kata Cucun di Kompleks Parlemen, Kamis, 17 September 2026. 


Menurutnya, kapal tidak boleh beroperasi apabila tidak memenuhi SOP yang telah ditetapkan Kemenhub. Pemeriksaan juga harus mencakup manifes serta kemampuan kapal mengangkut penumpang.

“Jangan sampai ada kapal bisa berjalan tanpa SOP yang sudah ditetapkan oleh Kemenhub. Makanya ini penting. Baik dari mulai manifes ya, kemudian juga kelayakan di sisi angkutnya, quantity-nya, ini yang perlu menjadi perhatian,” tegasnya.

Cucun menilai investigasi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui persoalan dalam insiden KM Virgo Transport 8. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi DPR bersama pemerintah.

“Makanya investigasi menyeluruh ini menjadi catatan penting. Nanti akan dibahas juga di Komisi 5 di DPR menjadi bagian evaluasi bersama antara DPR dengan pemerintah tentang kapal Virgo ini,” ujarnya.

Insiden tersebut terjadi ketika KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Tim SAR gabungan masih memperluas pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Berdasarkan perkembangan evakuasi, 108 orang dinyatakan selamat, enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian. Kapal terpantau dalam posisi tengkurap atau terbalik dan bergeser sekitar 1,6 mil mengikuti arus.

Proses pencarian juga menghadapi kendala arus bawah laut serta ruang kosong di dalam lambung kapal yang berisiko menyulitkan penyelaman.

Cucun menegaskan persoalan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi di Komisi V DPR, khususnya terhadap pelaksanaan SOP, pengawasan kelayakan kapal, manifes, serta kapasitas angkut sebelum kapal beroperasi.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya