Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bisnis

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah strategis besar resmi dimulai oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang beroperasi di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina. 

Melalui anak usahanya, PT PHE Rokan Nonkonvensional, penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (KBH) MNK Rokan telah dilakukan guna menandai era baru sektor energi tanah air sekaligus mendaulat MNK Rokan sebagai proyek perintis pengembangan Migas Nonkonvensional (MNK) di Indonesia.

Transformasi ini menjadi strategi jangka panjang PHR dalam menjaga kesinambungan produksi di tengah tantangan sumur-sumur konvensional yang kian matang (mature), sekaligus membuka potensi sumber daya migas baru demi memperkuat ketahanan energi nasional. 


Rangkaian perjalanan ini berakar dari keberhasilan pengeboran eksplorasi Gulamo DET-1 pada tahun 2023, yang kemudian disusul oleh sumur Kelok DET-1 pada tahun 2024 guna memetakan potensi migas nonkonvensional di struktur North Aman.

Hasil positif dari rangkaian pengeboran dan pengujian di Gulamo serta Kelok kian memantapkan optimisme PHR terhadap struktur North Aman. Wilayah ini menyimpan estimasi sumber daya terambil (recoverable resources) yang luar biasa, mencapai 724 juta barel setara minyak (MMBOE). 

Angka tersebut menjadi pijakan awal bagi perusahaan untuk melanjutkan tahap appraisal demi mengonfirmasi besaran cadangan, dengan prospek perluasan ke struktur lain di Wilayah Kerja Rokan seperti South Aman, Rangau, dan Balam.

Ekosistem operasional Zona Rokan yang sudah matang, mulai dari ketersediaan infrastruktur produksi, fasilitas penunjang, kemudahan akses, hingga rantai pasok yang mapan, menjadi modal utama untuk mengawal tahapan pengembangan MNK secara bertahap.

Kendati demikian, sektor ini menuntut penerapan teknologi tinggi serta kolaborasi lintas lini yang solid. Terbitnya Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Wilayah Kerja Rokan memberikan angin segar berupa kepastian fiskal, regulasi, hingga kemudahan komersialisasi bagi kontraktor. 

Kebijakan ini merangkum skema cost recovery dengan split yang adaptif serta insentif investasi menarik guna menyeimbangkan iklim bisnis dengan penerimaan negara.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, menilai langkah ini sebagai terobosan krusial untuk melahirkan sumber pertumbuhan produksi baru di tengah penurunan cadangan konvensional.

"Rokan kita dorong menjadi pionir sekaligus pembuktian bahwa Migas Non Konvensional dapat dikembangkan secara komersial di Indonesia," ujar Djoko.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara potensi besar, regulasi yang kompetitif, dan kecepatan eksekusi, akan menjadi model percontohan bagi wilayah lain

"Potensinya sudah kita lihat, regulasi dan insentif juga telah disiapkan. Sekarang yang paling penting adalah bagaimana seluruh tahapan dapat berjalan lebih cepat sampai menghasilkan produksi. Kalau MNK Rokan berhasil, ini akan membuka jalan bagi pengembangan potensi MNK di wilayah lain dan menjadi sumber baru untuk mendukung peningkatan produksi serta ketahanan energi nasional," tegasnya.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menekankan bahwa proyek ini tidak sekadar berfokus pada kegiatan pengeboran sumur, melainkan membangun fondasi kapabilitas jangka panjang bangsa.

"Yang kita bangun bukan hanya sumurnya, tetapi ekosistemnya. MNK membutuhkan integrasi kemampuan subsurface, drilling dan completion, stimulasi, teknologi, supply chain, serta sumber daya manusia yang berbeda dari pengembangan migas konvensional. Rokan menjadi starting point bagi Pertamina dan Indonesia untuk membangun learning curve tersebut," jelas Oki.

"Jika ekosistem ini berhasil kita bangun dan keekonomiannya semakin kompetitif, model yang dikembangkan di Rokan dapat direplikasi ke potensi MNK lainnya. Inilah langkah awal menuju pengembangan MNK Indonesia dalam skala yang lebih besar," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Sunaryanto, menyatakan optimisme lembaganya bahwa terobosan ini akan memberikan andil besar bagi pasokan minyak nasional di masa mendatang.

"Pengembangan MNK memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi minyak di dalam negeri," ungkap Sunaryanto.

Sementara itu, Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, memandang penandatanganan KBH ini sebagai batu loncatan strategis yang mengubah peta ketahanan energi nasional.

"MNK bukan hanya proyek eksplorasi, melainkan fondasi baru yang akan menjadi investasi strategis untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan membangun kompetensi baru di hulu migas di Indonesia," tutur Arifin.

Ia juga meyakini bahwa berbekal regulasi yang mendukung serta peta jalan (roadmap) komersialisasi yang jelas, proyek ini akan bertindak sebagai game changer bagi masa depan industri energi tanah air.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya