Berita

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo (Foto: Dok Satgas Damai Cartenz)

Presisi

Polisi Tegaskan Sopir Korban Penembakan di Papua Bukan Intel

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 10:16 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz memastikan bahwa Aris Sanda bukanlah anggota kepolisian di satuan intelijen (intel).

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa Aris merupakan warga sipil yang sehari-hari mencari nafkah sebagai sopir lansiran selama 13 tahun terakhir.

Penegasan ini disampaikan oleh Yusuf untuk membantah klaim yang disebarkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang sempat menuduh Aris Sanda sebagai intel.


”Kami bisa pastikan bahwa berita yang menyebut sopir lansiran itu merupakan anggota intel aparat keamanan adalah berita bohong atau hoaks. Sopir tersebut memang bekerja sebagai sopir dan sudah menjalankan pekerjaannya selama sekitar 13 tahun di jalur tersebut,” kata Yusuf pada Kamis, 17 September 2026.

Usai meluruskan kabar tersebut, pihak Satgas Damai Cartenz akan melakukan penyelidikan guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa penembakan, hingga jenazah korban ditemukan dalam keadaan hangus terbakar bersama mobilnya di Jalan Trans Wamena.

”Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan ini,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) membunuh sopir angkutan masyarakat bernama Aris Sanda di jalur Wamena-Mbua, Papua Pegunungan, pada Rabu, 16 September 2026.

Padahal, jasa Aris selama ini sangat dibutuhkan warga karena menjadi moda transportasi masyarakat, sekaligus pengangkut logistik dan kebutuhan sehari-hari menuju wilayah pedalaman.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya