Berita

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Investasi PLTB Mandek Empat Tahun, ESDM Incar Potensi Saat Kemarau

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 09:05 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong investasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) untuk melengkapi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), terutama saat musim kemarau ketika produksi listrik berbasis air menurun.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, investasi PLTB belum ada dalam empat tahun terakhir. Padahal, potensi angin dapat dimanfaatkan ketika ketersediaan air untuk PLTA berkurang.

“Sampai saat ini, sampai empat tahun ke belakang itu, investasi PLTB belum ada. Padahal sangat bagus kalau kita panen angin di saat airnya surut,” kata Eniya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Kamis, 17 September 2026. 


Menurut Eniya, angin di Indonesia dapat berhembus selama 24 jam ketika memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut biasanya berlangsung selama empat bulan, mulai Juni, Juli, Agustus, September, hingga pertengahan Oktober.

“Apalagi dipicu panas yang berkepanjangan, justru anginnya tambah tinggi,” ujarnya.

Karena itu, Eniya melihat PLTB dapat menjadi kombinasi yang tepat bagi PLTA. Ketika musim panas membuat aliran sungai cenderung surut, pembangkit berbasis angin dapat dimanfaatkan untuk menopang pasokan listrik.

Sejumlah wilayah telah dipetakan memiliki potensi pengembangan PLTB, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, serta wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku.

ESDM juga tengah mengarahkan dukungan pembiayaan energi bersih untuk mempercepat pengembangan pembangkit tersebut. Eniya menyebut pihak Just Energy Transition Partnership (JETP) telah menawarkan pinjaman dengan skema very soft loan.

“Kemarin saya didatangi oleh JETP, ya. Itu menawarkan pinjaman, very soft loan, gitu. Saya sih mengarahkannya untuk ke angin atau PLTS terapung, karena untuk mengakselerasi,” katanya.

Kebutuhan diversifikasi pembangkit juga terlihat di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan daya mampu agregat pembangkit hidro turun dari sekitar 850 MW menjadi 250 MW akibat kondisi hidrologi yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Penurunan tersebut mencapai sekitar 600 MW, sehingga penguatan sumber pembangkit lain menjadi penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

Dalam jangka panjang, PLN menyiapkan penguatan sistem Sulbagsel dengan sekitar 5,2 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS), sesuai arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW).

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya