Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Wall Street Tertekan Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street kembali berada di bawah tekanan setelah investor harus mencerna kenaikan suku bunga The Fed sekaligus sinyal bahwa kebijakan moneter ketat belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 16 September 2026, indeks Dow Jones Industrial Average menjadi yang paling tertekan dengan turun 631,33 poin atau 1,21 persen ke 51.461,78. S&P 500 melemah 33,59 poin atau 0,44 persen menjadi 7.552,14, sedangkan Nasdaq Composite relatif stabil dengan turun 3,15 poin atau 0,01 persen ke 25.978,43.

Pergerakan pasar berlangsung cukup fluktuatif sepanjang sesi. Sebelum keputusan The Fed diumumkan, ketiga indeks utama sempat menguat, didorong pemulihan saham-saham chip yang membantu Nasdaq yang didominasi perusahaan teknologi. 


Indeks sektor semikonduktor naik 0,6 persen dan mencatat penguatan signifikan pertamanya sejak munculnya kekhawatiran terkait laju pengembangan teknologi AI.

Namun, tekanan kembali muncul setelah The Fed menaikkan suku bunga suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) ke 3,75-4,00 persen. Bank sentral AS juga menyatakan kemungkinan pengetatan lebih lanjut dalam waktu dekat untuk menekan inflasi. 

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan ekonomi AS telah menguat sejak pertemuan sebelumnya, tetapi inflasi masih menunjukkan perbaikan yang terbatas.

Tekanan terbesar datang dari sektor energi yang turun 3 persen. Pelemahan harga minyak membuat saham perusahaan energi ikut tertekan, dengan Chevron turun 2,9 persen dan Exxon Mobil merosot 3,5 persen. Devon Energy dan ConocoPhillips bahkan masing-masing kehilangan lebih dari 5 persen.

Di sisi lain, sejumlah saham bergerak berlawanan dengan tren pasar. Intel melonjak 4 persen setelah laporan menyebut SK Hynix tengah membahas kerja sama dengan perusahaan tersebut untuk memproduksi chip memori di Amerika Serikat. 

Sementara itu, saham Robinhood anjlok 5,5 persen setelah Senat AS gagal memajukan rancangan undang-undang kripto yang dinilai penting bagi perusahaan aset digital.

Tekanan pasar terlihat dari luasnya penurunan saham. Di Bursa New York, saham yang turun lebih banyak daripada yang naik dengan rasio 1,75 banding 1. Di Nasdaq, sebanyak 2.840 saham melemah, dibandingkan 1.913 saham yang menguat. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,42 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 15,33 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan terakhir.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya