Berita

Kehadiran Pertamina dalam acara Gastech 2026 di Bangkok, Thailand. (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG Perkuat Strategi Ketahanan Energi

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 03:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui pengelolaan portofolio LNG yang semakin fleksibel dan terintegrasi, dengan mengombinasikan sumber pasokan domestik dan global serta didukung infrastruktur LNG dan gas di berbagai wilayah Indonesia.
 
Strategi tersebut menjadi salah satu fokus yang dibawa Pertamina dalam Gastech 2026 di Bangkok, Thailand. Kehadiran Pertamina dalam forum energi global ini menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas dengan pelaku industri energi dunia, sekaligus memperkuat peluang pengembangan portofolio dan bisnis LNG di tengah perubahan lanskap energi global.
 
Volatilitas pasar, dinamika geopolitik, serta pertumbuhan kebutuhan energi membuat ketahanan energi tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya volume pasokan, tetapi juga kemampuan untuk memperoleh sumber energi yang tepat, pada waktu dan lokasi yang tepat, dengan biaya yang kompetitif.
 

 
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan, diversifikasi sumber dan fleksibilitas portofolio menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi di tengah dinamika pasar global.
 
“Bagi Pertamina, ketahanan energi bukan hanya mengenai seberapa besar pasokan yang tersedia, tetapi juga kemampuan untuk mendapatkan energi dari sumber yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan biaya yang kompetitif. Karena itu, diversifikasi sumber dan fleksibilitas portofolio LNG menjadi penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar Baron dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
 
Untuk meningkatkan fleksibilitas tersebut, Pertamina mengembangkan portofolio LNG dari berbagai sumber. Selain mengoptimalkan pasokan domestik, Pertamina memiliki portofolio internasional, antara lain dari Australia dan Amerika Serikat. 

Diversifikasi ini memberikan ruang bagi Pertamina untuk menyesuaikan sumber pasokan dan pola pengiriman sesuai kebutuhan, kondisi pasar, serta pertimbangan keekonomian.
 
Fleksibilitas pasokan tersebut diperkuat dengan infrastruktur LNG dan gas Pertamina Group, antara lain Perta Arun Gas, Nusantara Regas, fasilitas penerimaan LNG Jawa-1, serta jaringan pipa gas PGN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
 
Integrasi antara sumber pasokan, infrastruktur penerimaan dan penyimpanan, regasifikasi, jaringan pipa, serta distribusi menjadi fondasi untuk membangun rantai pasok LNG yang lebih adaptif. Dengan ekosistem tersebut, LNG dapat dikelola sesuai kebutuhan, mulai dari penerimaan dan penyimpanan hingga regasifikasi dan distribusi ke berbagai wilayah.
 
“Pertamina memiliki portofolio LNG dan infrastruktur gas yang saling melengkapi. Integrasi dari sumber pasokan, fasilitas penerimaan dan penyimpanan, regasifikasi hingga jaringan distribusi memberikan fleksibilitas bagi Pertamina untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan energi di berbagai wilayah,” jelas Baron.
 
Salah satu infrastruktur yang memiliki posisi strategis adalah Perta Arun Gas di Aceh. Berada di Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi utama dunia, Arun memiliki peluang untuk berkembang sebagai hub LNG regional yang menghubungkan pasokan internasional dengan kebutuhan Indonesia maupun pasar di Asia Tenggara.
 
Posisi tersebut memberikan berbagai opsi pengelolaan LNG, mulai dari menerima dan menyimpan LNG hingga reload, transhipment, regasifikasi dan distribusi. Fleksibilitas ini memungkinkan pengelolaan LNG disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan pertimbangan keekonomian.
 
Penguatan portofolio dan infrastruktur menjadi semakin relevan seiring perubahan lanskap LNG Indonesia. Di tengah pertumbuhan kebutuhan energi dan industri, Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen dan eksportir LNG juga menghadapi potensi peningkatan kebutuhan LNG domestik pada masa mendatang.
 
Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang. Dengan menghubungkan pasokan global, produksi LNG domestik, infrastruktur nasional dan kebutuhan regional, Pertamina dapat mengoptimalkan portofolio LNG sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok LNG.
 
Menurut Baron, strategi LNG Pertamina ke depan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan volume, tetapi juga pada kemampuan mengelola dan mengoptimalkan pasokan secara fleksibel untuk memberikan nilai yang lebih besar.
 
“Ke depan, yang menjadi pembeda bukan hanya kemampuan memperoleh LNG, tetapi kemampuan mengelola, mengoptimalkan dan menyalurkannya ke tempat yang memberikan manfaat terbesar. Pertamina ingin menghubungkan pasokan LNG global dengan ketahanan energi Indonesia sekaligus menangkap peluang pertumbuhan,” tutup Baron.
 

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya