Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Samir Lebarkan Pembiayaan UMKM ke Luar Jawa, Sumatra Jadi Penopang

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 08:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Akses modal bagi UMKM masih menyisakan ruang yang besar. Celah tersebut menjadi salah satu peluang yang ingin digarap PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) dengan memperluas pembiayaan ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

Selama tujuh tahun beroperasi, Samir mencatat Sumatra sebagai wilayah luar Jawa dengan kontribusi penyaluran pembiayaan kumulatif terbesar, yakni sekitar 16 persen. Penyaluran juga semakin tersebar ke Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, hingga Papua dan Maluku yang masing-masing telah menembus lebih dari 1 persen.

Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan, perluasan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung pemerataan ekonomi dan memperluas inklusi keuangan, terutama bagi UMKM yang belum terlayani perbankan konvensional.


“Gambaran peningkatan dan pemerataan di luar Pulau Jawa, khususnya di Indonesia bagian timur semakin menunjukkan komitmen Samir untuk mendukung pemerataan ekonomi nasional dan menciptakan inklusi keuangan semakin realistis,” kata Handy di The Michael Resort, Bogor, Jumat 11 September 2026.

Menurut Handy, kebutuhan pembiayaan UMKM yang belum terpenuhi masih sangat besar, mencapai sekitar Rp1.650 triliun. Kondisi tersebut menjadi ruang bagi ekosistem pembiayaan digital untuk mengisi kebutuhan modal usaha masyarakat.

“Hadirnya Samir, bukan sekadar platform yang memberikan pembiayaan saja karena ada sekitar Rp1.650 triliun kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi bagi UMKM yang tidak terlayani perbankan konvensional dan kekosongan pasokan modal usaha inilah yang diharapkan dapat diisi oleh ekosistem pembiayaan digital, termasuk salah satunya dari Samir sebagai pindar yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK,” ujarnya.

Selain menyalurkan pembiayaan, Samir juga terlibat dalam kegiatan literasi dan edukasi finansial bersama pemerintah, OJK, AFPI, dan AFTECH. Edukasi tersebut mencakup pengelolaan keuangan, perbedaan layanan pindar legal dan pinjol ilegal, hingga risiko keamanan transaksi digital.

Upaya memperluas pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi tersebut menjadi bagian dari strategi Samir agar pertumbuhan bisnis tidak hanya terkonsentrasi di Jawa, tetapi ikut membuka akses modal bagi UMKM di berbagai daerah.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya