Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Global

Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Minyak di Tengah Lonjakan Harga

SABTU, 12 SEPTEMBER 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketegangan di Timur Tengah kembali mengancam jalur pasokan minyak global setelah Arab Saudi menutup sementara jalur pipa minyak mentah Timur-Barat menyusul serangkaian serangan drone dari Irak.

Jalur pipa Timur-Barat menjadi salah satu infrastruktur penting Arab Saudi karena memungkinkan kerajaan mengalihkan pengiriman minyak mentah dari kawasan Teluk Persia menuju terminal ekspor di Laut Merah. Pipa tersebut memiliki kapasitas hingga 7 juta barel per hari.

Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan pada Jumat, 11 September 2026, serangan drone pada Kamis pagi menargetkan jalur pipa di wilayah Riyadh dan Madinah. Serangan tersebut memicu kebakaran dan menyebabkan sejumlah kerusakan, sementara beberapa orang dilaporkan terluka.


Tim darurat kemudian dikerahkan untuk mengamankan jalur pipa dan memeriksa kondisinya.

"Perkembangan lebih lanjut akan diumumkan pada waktunya," kata Kementerian Energi Saudi, dikutip dari CNBC International.

Penutupan pipa terjadi ketika Arab Saudi menghadapi tekanan keamanan yang semakin besar. Riyadh untuk sementara memilih tidak melakukan pembalasan dan memberikan waktu kepada pemerintah Irak untuk mengambil langkah guna mencegah serangan yang berasal dari wilayahnya.

Gangguan terhadap jalur pipa ini menjadi perhatian pasar minyak karena terjadi ketika harga minyak dunia baru saja menembus 100 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Harga minyak bahkan mengakhiri pekan dengan kenaikan lebih dari 8 persen seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah.

CEO Saudi Aramco Amin Nasser sebelumnya mengatakan jalur pipa Timur-Barat memiliki peran penting dalam mengurangi gangguan pasokan minyak akibat perang Iran. Menurutnya, peran jalur tersebut bahkan lebih besar dibandingkan pelepasan cadangan minyak mentah darurat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya