Berita

Ilustrasi

Bisnis

Waspada Efek Berantai Lonjakan Minyak Dunia

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 20:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lonjakan harga minyak dunia berpotensi kembali menambah tekanan inflasi dan menggerus daya beli masyarakat, jika kenaikannya bertahan dalam waktu yang panjang.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Prof. Syafruddin Karimi mengatakan, tekanan inflasi dari kenaikan harga energi dapat terjadi melalui dua tahap.

“Risikonya nyata karena shock energi bekerja melalui dua tahap. Tahap pertama adalah direct pass-through pada BBM nonsubsidi, transportasi, listrik industri, dan biaya distribusi,” kata Syafruddin kepada RMOL, Jumat, 11 September 2026.


Menurutnya, tekanan berikutnya muncul ketika perusahaan mulai menyesuaikan harga jual untuk menutup kenaikan biaya energi. Kondisi ini dapat memperluas dampak kenaikan harga minyak ke berbagai sektor ekonomi.

“Tahap kedua lebih berbahaya, perusahaan menaikkan harga barang untuk menutup biaya energi, lalu tekanan masuk ke pangan, manufaktur, jasa, dan ekspektasi inflasi,” jelasnya.

Syafruddin menilai tekanan tersebut perlu diwaspadai karena inflasi domestik sudah menunjukkan kenaikan biaya pada sejumlah komoditas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Agustus 2026 tercatat sebesar 3,19 persen secara tahunan. Sementara Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) naik 6,18 persen secara tahunan, dengan sejumlah komoditas energi seperti LPG nonsubsidi dan solar industri turut menjadi pendorong.

“Ini menunjukkan tekanan biaya sudah muncul sebelum lonjakan minyak terbaru sepenuhnya masuk ke harga konsumen,” jelasnya.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 dapat menjadi bantalan bagi rumah tangga dari dampak langsung kenaikan harga minyak dunia.

Namun, kebijakan tersebut dapat menjadi beban bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta neraca perusahaan energi negara.

Menurut Syafruddin, risiko terhadap daya beli akan semakin besar apabila harga minyak mentah Brent bertahan di atas 100 Dolar AS dalam waktu yang cukup lama.

“Jika Brent bertahan di atas 100 Dolar AS cukup lama, risiko inflasi sekunder, subsidi lebih besar, dan penurunan konsumsi rumah tangga akan meningkat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, harga minyak dunia melonjak lebih dari 6 persen pada penutupan perdagangan Kamis, 10 September 2026. Brent naik 6,34 persen menjadi 107,63 Dolar AS per barel, sedangkan WTI menguat 6,69 persen menjadi 102,48 Dolar AS per barel. 

Keduanya menembus 100 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Mei dan mencapai level tertinggi sejak 19 Mei.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya