Berita

Focus Group Discussion (FGD) pencegahan dan penanggulangan karhutla yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 di Kalimantan Timur. (Foto: Dok. Polri)

Presisi

Sespimti Polri Angkatan 36 Dorong Kolaborasi Cegah Karhutla

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 19:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) pencegahan dan penanggulangan karhutla yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36. Kegiatan ini turut dihadiri pendamping serdik Pati Pendamping (Paping) Irjen Joko Setiono dan Irjen Sabilul Arif.
 
Ketua Senat Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Dony Alexander mengatakan, diskusi tersebut merupakan bagian dari program kerja Satgas Edukasi Karhutla sekaligus bentuk kontribusi dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.


"Karhutla merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur," kata Dony dikutip Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat serta berdampak terhadap aktivitas pendidikan dan perekonomian.

Karena itu, upaya pencegahan tidak dapat dibebankan kepada satu instansi. Sinergi pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga warga menjadi kunci menekan potensi karhutla.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla tentunya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Diskusi tersebut juga menjadi forum untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi menjadi titik rawan karhutla di Samboja Barat. Sejumlah langkah strategis turut dibahas, mulai dari penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu hingga edukasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

"Kami berharap dapat terjalin diskusi yang konstruktif untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran," tutur Dony.

Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarlembaga agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif ketika terjadi kebakaran.

Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 juga menghimpun masukan dan rekomendasi dari peserta FGD sebagai bahan penyusunan program edukasi serta rencana aksi pencegahan karhutla.

"Kami menyadari bahwa keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan dini, deteksi yang cepat, serta respons yang terkoordinasi dengan baik dari semua pihak," jelas Dony.

Ia berharap hasilnya tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi dapat menjadi landasan bagi langkah konkret di lapangan, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman karhutla. Dony turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Samboja Barat dan seluruh unsur masyarakat yang mendukung kegiatan tersebut.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya