Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Bisnis

ESDM Catat PNBP Minerba Naik Rp21 Triliun Meski Produksi Batu Bara Turun

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2026 | 11:23 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) subsektor mineral dan batu bara mencapai Rp108 triliun hingga 31 Agustus 2026, naik sekitar Rp21 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp87 triliun.

Kenaikan PNBP tersebut terjadi meski produksi batu bara justru menurun. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan peningkatan penerimaan antara lain dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas minerba.

“Apabila kita lihat di Agustus sekarang, itu angkanya PNBP kita Rp108 triliun, artinya ada perbedaan sekitar Rp21 triliun meningkat. Ini diakibatkan apa? Karena beberapa [harga] komoditas itu mengalami kenaikan,” ujar Tri di Jakarta, dikutip Jumat, 11 Agustus 2026. 


Khusus batu bara, PNBP hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp66 triliun, meningkat dari Rp59 triliun pada periode yang sama 2025.

Di sisi lain, produksi batu bara hingga Juli 2026 berada di kisaran 60 juta ton per bulan. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata produksi 2025 yang sekitar 68,1 juta ton per bulan.

Dengan tren tersebut, ESDM memperkirakan produksi batu bara sepanjang 2026 mencapai sekitar 720 juta ton, lebih rendah dari total produksi 2025 sebesar 817,48 juta ton.

“Kalikan saja ya misalnya 60 kali 12, ya 720 juta ton. Kira-kira ya forecast-nya,” kata Tri.

Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan PNBP tidak semata ditentukan oleh volume produksi. Pada komoditas batu bara, rata-rata produksi turun sekitar 8 juta ton per bulan, tetapi PNBP meningkat sekitar Rp7 triliun secara tahunan.

Selain batu bara, PNBP komoditas nikel hingga 31 Agustus 2026 juga meningkat menjadi Rp21 triliun, dari Rp10 triliun pada periode yang sama 2025.

Tri menegaskan pengelolaan minerba ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga optimalisasi nilai tambah.

“Orientasinya bukan hanya berapa banyak yang kita produksi, tetapi berapa besar nilai tambah yang kita dapatkan atau kita ciptakan dari industri pertambangan,” katanya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya