Berita

Lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 19:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) mendorong seluruh unsur pemerintah dan aparat terkait mengoptimalkan operasi pencarian dan pertolongan terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan Selat Sunda.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto ANTARA; Ari Basuki, pewarta foto Merdekacom; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews Media Group; Firman Daus/Firdaus Wajidi, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis lepas.

Kepala Departemen Advokasi dan Perlindungan Profesi Iwakum, Arie Dwi Satrio, mengatakan pencarian harus dilakukan dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia.


“Kami menghargai dan mendukung upaya pencarian yang telah dilakukan oleh Basarnas bersama seluruh unsur SAR. Kami berharap operasi ini terus dioptimalkan agar lima rekan jurnalis beserta tiga orang lainnya dapat segera ditemukan,” kata Arie dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Kelima jurnalis tersebut diketahui berada dalam satu speedboat bersama tiga orang lainnya. Kontak dengan rombongan terputus setelah mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Operasi pencarian kemudian diperluas ke sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.

Arie berharap seluruh sarana dan teknologi yang relevan dapat dimanfaatkan dalam operasi tersebut, termasuk kapal pencarian, pemantauan udara, pesawat nirawak atau drone, teknologi pendeteksi panas, hingga sistem komunikasi maritim.

“Koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi kebencanaan, masyarakat pesisir, dan nelayan juga penting karena mereka memahami karakteristik perairan Selat Sunda,” ujarnya.

Menurut Arie, tugas jurnalistik merupakan bagian dari pelaksanaan kemerdekaan pers yang dijamin konstitusi dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Wartawan yang menjalankan tugas profesional, termasuk di kawasan rawan bencana, berhak memperoleh perlindungan dan jaminan keselamatan.

Ia mengingatkan, Pasal 28F UUD 1945 menjamin hak setiap orang untuk berkomunikasi serta memperoleh dan menyampaikan informasi. Sementara Pasal 4 UU Pers menjamin kemerdekaan pers dan hak pers nasional untuk mencari, memperoleh, serta menyebarluaskan informasi. Pasal 8 UU Pers juga menegaskan wartawan mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya.

“Kerja jurnalistik di wilayah bencana memiliki tingkat risiko yang tinggi. Semangat memperoleh dan menyampaikan informasi kepada publik harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang kuat dan terukur,” tutur Arie.

Iwakum juga mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta instansi terkait menyampaikan informasi risiko secara cepat, akurat, dan terbuka kepada tim SAR maupun media yang menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Di sisi lain, perusahaan pers dan organisasi media diminta memastikan setiap jurnalis yang ditugaskan ke wilayah bencana dibekali protokol keselamatan, alat pelindung diri, perangkat komunikasi darurat, pemantauan posisi, serta asesmen risiko sebelum peliputan.

“Keselamatan jurnalis harus menjadi bagian utama dalam setiap perencanaan peliputan di kawasan berisiko tinggi. Tidak boleh ada penugasan tanpa mitigasi risiko dan perlengkapan keselamatan yang memadai,” tegas Arie.

Iwakum juga meminta pemerintah dan tim SAR menyampaikan perkembangan operasi pencarian secara transparan dan berkala kepada keluarga serta publik tanpa mengganggu proses pencarian di lapangan.

Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai keberadaan maupun kondisi rombongan. Informasi mengenai korban dan keluarga harus disampaikan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati privasi dan asas kemanusiaan.

“Kami menyampaikan solidaritas dan dukungan penuh kepada keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar. Kami juga mengapresiasi seluruh personel SAR, TNI, Polri, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, dan pihak lain yang terlibat dalam operasi pencarian. Semoga seluruh rombongan segera ditemukan,” demikian Arie.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya