Berita

Ilustrasi iPhone Duo Rp40 Jutaan Mulai Dijual di Negara Tetangga

Tekno

iPhone Duo Rp40 Jutaan Mulai Dijual di Negara Tetangga, Indonesia Belum Kebagian

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026 | 16:20 WIB | OLEH: TIFANI

iPhone Duo, smartphone lipat pertama Apple, dibanderol mulai Rp40 jutaan di negara tetangga Indonesia. Perangkat yang menjadi perubahan desain terbesar iPhone dalam hampir dua dekade tersebut akan mulai ditawarkan di Malaysia dan Singapura pada Oktober 2026.

Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo pada Rabu (9/9/2026). Untuk penjualan periode pertama, Apple membuka pre-order iPhone Duo di lebih dari 70 negara dan wilayah, termasuk Malaysia, Singapura, serta Vietnam. 

Indonesia belum masuk dalam daftar negara yang mendapatkan penjualan perdana iPhone Duo. Di Malaysia, harga iPhone Duo paling murah dipatok 9.499 ringgit Malaysia atau sekitar Rp40,9 juta. 


Sementara di Singapura, harga awalnya mencapai 3.099 dollar Singapura atau sekitar Rp42,9 juta. Harga tersebut berlaku untuk iPhone Duo dengan kapasitas penyimpanan 256 GB. 

Apple menyediakan pilihan kapasitas hingga 2 TB untuk smartphone lipat perdananya.

Harga iPhone Duo di Malaysia

Malaysia menjadi salah satu negara tetangga yang mendapatkan penjualan perdana iPhone Duo. Berdasarkan laman resmi Apple Malaysia, pre-order dibuka mulai 16 Oktober 2026 pukul 20.00 waktu Malaysia atau 19.00 WIB.

Penjualan sekaligus ketersediaan unit untuk konsumen dimulai pada 23 Oktober 2026.

Berikut daftar harga iPhone Duo di Malaysia: Dengan harga mulai Rp40,9 juta, iPhone Duo 256 GB menjadi varian paling murah yang ditawarkan Apple di Malaysia.

Harga iPhone Duo di Singapura

Singapura juga masuk dalam daftar negara yang memperoleh iPhone Duo pada gelombang pertama. Apple menetapkan harga mulai 3.099 dollar Singapura untuk varian 256 GB.

Pre-order dibuka pada 16 Oktober 2026 pukul 20.00 waktu Singapura atau 19.00 WIB. Sementara penjualan perdana dan ketersediaan unit dimulai pada 23 Oktober 2026.

Berikut daftar harga iPhone Duo di Singapura: Dengan demikian, konsumen yang ingin mendapatkan iPhone Duo dari dua negara tetangga tersebut harus menyiapkan dana setidaknya Rp40 jutaan.

Spesifikasi iPhone Duo

iPhone Duo menjadi smartphone lipat pertama Apple setelah perusahaan selama bertahun-tahun mempertahankan desain iPhone berbentuk ponsel konvensional. Perangkat ini menggunakan desain lipat model buku atau book-style.

Saat ditutup, iPhone Duo memiliki layar luar berukuran 5,4 inci. Ukuran tersebut membuat perangkat tetap dapat digunakan seperti smartphone biasa dan lebih mudah dimasukkan ke dalam saku.

Ketika dibuka, pengguna mendapatkan layar OLED berukuran 7,6 inci. Apple menyebut layar tersebut sebagai layar terbesar yang pernah dipasang pada iPhone. Ukurannya sekitar 50 persen lebih besar dibandingkan iPhone 18 Pro Max.

iPhone Duo ditenagai chip A20 Pro dan menggunakan sistem dua baterai. Apple juga membekalinya dengan dua kamera belakang 48 MP serta dukungan berbagai fitur fotografi dan video.

Selain itu, perangkat tersebut menggunakan rangka titanium dan engsel yang dirancang khusus untuk mekanisme lipat. iPhone Duo juga mendukung Apple Pencil dan menghadirkan pengalaman iOS yang dirancang untuk memanfaatkan layar lipat.

Kapan iPhone Duo Masuk Indonesia?

Hingga saat ini, Indonesia belum termasuk dalam daftar negara yang mendapatkan penjualan perdana iPhone Duo. Apple baru mencantumkan lebih dari 70 negara dan wilayah untuk tahap awal, dengan Malaysia, Singapura, dan Vietnam termasuk di dalamnya.

Artinya, konsumen Indonesia belum dapat membeli iPhone Duo melalui penjualan resmi Apple di Tanah Air pada periode peluncuran pertama. Jadwal dan harga resmi iPhone Duo untuk Indonesia masih menunggu pengumuman lebih lanjut dari Apple.

Untuk pasar global, Apple menetapkan harga awal iPhone Duo sebesar US$1.999 untuk varian 256 GB. Pre-order dimulai 16 Oktober 2026, sedangkan penjualan perdana berlangsung pada 23 Oktober 2026.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya