Berita

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Pimpinan BGN Sudah Berganti Mestinya Keracunan MBG Tak Terulang Lagi

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 08:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sebagai salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya dijalankan dengan standar keselamatan dan tata kelola yang tinggi. Namun yang terjadi justu dalam pelaksanaannya, banyak sekali kasus keracunan yang terjadi.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Anggota DPR RI Muhammad Kholid mengatakan, hal ini harus menjadi alarm serius bagi Badan Gizi Nasional (BGN)/

Karena itu, Kholid menegaskan dua prinsip yang harus menjadi pijakan utama BGN dalam menjalankan dan membenahi program MBG, yakni Zero Accidents dan Full Accountability. 
“Standar kita harus jelas: Zero Accidents dan Full Accountability. Anak-anak harus aman. Setiap risiko yang dapat dicegah harus dicegah. Dan ketika terjadi persoalan, sistem harus bertanggung jawab,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

“Standar kita harus jelas: Zero Accidents dan Full Accountability. Anak-anak harus aman. Setiap risiko yang dapat dicegah harus dicegah. Dan ketika terjadi persoalan, sistem harus bertanggung jawab,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, untuk sejumlah kasus yang telah terjadi, lakukan tindakan cepat dengan mengevaluasi dan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pelaksana di tingkat lapangan. BGN, sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap tata kelola program, harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem yang dibangun.

“Jangan setiap terjadi persoalan, evaluasi hanya berhenti di lapangan. BGN harus memastikan standar, sistem pengawasan, dan mekanisme pengendalian risikonya benar-benar mampu mencegah persoalan yang sama terulang,” tegas Kholid.

Kholid menilai, kepemimpinan baru BGN memiliki tanggung jawab untuk belajar dari berbagai kasus yang terjadi sebelumnya. Pergantian kepemimpinan, menurutnya, harus menjadi momentum perbaikan, bukan sekadar pergantian figur. 

“Kepemimpinan baru harus belajar dari berbagai kasus pada masa sebelumnya. Jangan sampai yang berubah hanya orangnya, sementara kelemahan sistem dan kesalahan yang sama terus berulang,” kata Kholid.

Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekasi) itu juga menegaskan, Zero Accidents harus menjadi orientasi BGN dalam membangun sistem pencegahan risiko. Prinsip tersebut harus diterjemahkan dalam penguatan standar keamanan pangan, pengawasan, deteksi dini, mitigasi risiko, dan evaluasi berkelanjutan.

Sementara itu, Full Accountability harus menjadi prinsip dalam penanganan setiap insiden. Pertanggungjawaban tidak boleh berhenti pada pelaksana di tingkat paling bawah, tetapi harus mengevaluasi seluruh rantai tata kelola, mulai dari standar, pengawasan, koordinasi, hingga pengambilan keputusan.

“Ketika terjadi persoalan, jangan hanya mencari siapa yang salah di lapangan. Harus dilihat juga apakah ada kelemahan dalam sistem, standar, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Anak harus aman dan sistem harus bertanggung jawab,” tegas Kholid.

Dia menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk dukungan konstruktif terhadap keberhasilan MBG sebagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto. 

“Kami ingin MBG berhasil. Justru karena ini merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan menyangkut masa depan generasi Indonesia, sistemnya harus semakin kuat. Anak-anak harus menerima makanan yang bergizi, berkualitas, dan aman,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya