Berita

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

RABU, 09 SEPTEMBER 2026 | 03:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya dapat dibaca sebagai pesan politik menuju Pemilu 2029.

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus mengatakan, pernyataan AHY soal kekuasaan yang berbatas waktu pada dasarnya dapat dimaknai sebagai sesuatu yang normatif. Namun, karena disampaikan dalam pidato politik, pernyataan tersebut dinilai memiliki konteks dan tujuan politik tertentu.

"Tetapi masalahnya adalah bahwa itu adalah pidato politik dan tentu punya konteks dan tujuan politik tertentu pula," kata Deddy kepada wartawan, Selasa, 8 September 2026.


Dari perspektif politik, lanjut Deddy, pernyataan tersebut sangat mungkin ditafsirkan sebagai pesan kepada koalisi maupun institusi atau lembaga pemerintahan. 

Menurutnya, jika tafsir tersebut digunakan, maka muncul kemungkinan adanya ketidakpuasan AHY terhadap situasi internal pemerintahan atau institusi tertentu.

"Tinggal dilihat apakah ada sinyal-sinyal ketidakpuasan atau kekecewaan dari AHY atau partainya terhadap pengelolaan kekuasaan pemerintahan saat ini," kata Deddy.

Deddy juga membuka kemungkinan pidato AHY tersebut dibaca sebagai sinyal dalam konteks kontestasi politik 2029.

"Bisa saja ditafsirkan bahwa pernyataan itu adalah seruan kepada koalisi partai di pemerintahan untuk mulai memikirkan peta jalan baru menuju Pemilu 2029. Atau, bisa juga diinterpretasikan sebagai pesan khusus kepada Presiden agar menghitung AHY/Demokrat dalam kontestasi pemilu yang akan datang," kata Deddy.

Menurut Deddy, tren kepuasan publik terhadap pemerintah dan Presiden yang disebutnya mengalami penurunan dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi Demokrat untuk mulai melihat momentum politik menuju 2029.

"Sangat bisa dipahami jika kemudian AHY/Demokrat menyimpulkan sekarang ini sebagai momentum yang tepat untuk masuk dalam kancah pertarungan politik menuju 2029," kata Deddy.

Kendati demikian, Deddy menilai AHY masih harus bekerja keras apabila ingin meningkatkan peluang dalam kontestasi Pilpres 2029.

"Terutama untuk mengejar ketertinggalan terhadap berbagai tokoh yang sudah muncul dalam radar survei seperti KDM (Dedi Mulyadi) dan Prabowo sendiri," kata Deddy.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya