Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: RMOL)

Politik

Pidato AHY Tak Berkaitan dengan Pilpres 2029

SELASA, 08 SEPTEMBER 2026 | 09:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait arah politik partainya menjadi sorotan. Namun, Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam menilai tafsir yang mengaitkan pidato AHY dengan pencalonan pada Pilpres 2029 terlalu jauh dari substansi yang disampaikan.

Menurut Umam, pidato politik AHY disampaikan dalam momentum 25 tahun perjalanan Partai Demokrat dan berisi refleksi sekaligus penegasan arah perjuangan partai ke depan, terutama dalam tiga agenda utama, yaitu memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.

“Kalau pidato Mas Ketum AHY itu dibaca secara utuh, konteksnya sangat jelas. Sama sekali tidak membahas 2029. Justru yang ditegaskan adalah bagaimana Demokrat bekerja untuk rakyat dan mengambil bagian dalam menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Itu clear. Bisa didengarkan lagi dan dicermati secara utuh,” kata Umam lewat keterangan resminya, Selasa, 8 September 2026.


AHY bahkan secara eksplisit menegaskan posisi Partai Demokrat sebagai bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo. Karena itu, menurutnya, tidak tepat apabila sejumlah pesan dalam pidato tersebut dilepaskan dari konteks keseluruhan dan kemudian dispekulasikan sebagai sinyal politik 2029.

“Mas Ketum AHY mengatakan dengan sangat jelas, hari ini Partai Demokrat menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus didukung dan dikawal. Yang belum sempurna, kita bantu perbaiki. Itu etika berkoalisi, sekaligus penegasan komitmen Demokrat untuk menyukseskan pemerintahan,” ujar Umam.

Umam juga menjelaskan bahwa pesan AHY mengenai demokrasi, netralitas aparatur negara, pemilu yang jujur dan adil, serta kekuasaan sebagai amanah rakyat merupakan bagian dari prinsip konstitusional dan identitas Demokrat sebagai partai yang lahir pada era Reformasi.

“Itu semua adalah prinsip demokrasi yang harus kita jaga bersama, siapa pun yang sedang memerintah dan siapa pun yang menjadi peserta pemilu. Itu adalah amanah Reformasi. Demokrat mengajak kita semua terus menjaganya,” katanya.

Umam menegaskan, Demokrat setuju agar semua pihak untuk senantiasa fokus bekerja mencari solusi bersama guna  menyelesaikan persoalan masyarakat sehari-hari. 

“Pesan utama Mas AHY mudah dipahami, bahwa tujuan politik bukan sekadar memenangkan kekuasaan. Tujuan politik adalah memenangkan masa depan rakyat. Masa depan Indonesia. Jadi, jangan sampai dibalik. Fokus Demokrat hari ini adalah bekerja, mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, dan memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan rakyat,” pungkas Umam.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya