Berita

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PUI KH. Nur Ihsan Zaidi, M.M. Bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listy Sigit Prabowo. (Foto: Dokumentasi PUI)

Nusantara

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2026 | 04:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Persatuan Ummat Islam (PUI) menggelar Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 pada Kamis, 3 September 2026, dengan mengusung tema “Generasi Muda PUI Tumbuh Menjadi Generasi yang Bisa Memimpin Dirinya dan Memimpin Lingkungannya.”

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PUI memperkuat karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan semangat pengabdian generasi muda sebagai calon pemimpin umat dan bangsa.

Apel kebangsaan ini dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Dr. Pipit Rismanto. Kehadiran Kapolri menjadi bagian penting dalam momentum penguatan nilai kebangsaan dan pembinaan generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi saat ini.


Turut hadir Ketua Dewan Pertimbangan Pusat KH. Nur Ihsan Zaidi, M.M., Ketua Umum DPP PUI H. Raizal Arifin, Ketua Majelis Syuro PUI KH. Nurhasan Zaidi, serta Ketua Steering Committee (SC) Kemah Nasional PUI H. Irfan Ahmad Fauzi, M.Hum.

Tema yang diangkat dalam Kemah Nasional PUI 2026 menekankan bahwa kepemimpinan harus dimulai dari kemampuan seseorang dalam memimpin dirinya sendiri.

Generasi muda tidak cukup hanya dipersiapkan untuk menjadi pemimpin organisasi. Mereka juga harus memiliki kemampuan mengelola diri, membangun kedisiplinan, menjaga integritas, bertanggung jawab, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai agama dan kepentingan masyarakat.

Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PUI H. Nur Ihsan Zaidi, M.M., menilai pembinaan generasi muda merupakan investasi penting bagi keberlanjutan perjuangan organisasi dan masa depan bangsa.

Menurutnya, generasi muda PUI perlu dipersiapkan menjadi kader yang memiliki keseimbangan antara kekuatan spiritual, intelektual, karakter, dan kepedulian sosial.

“Pemimpin masa depan harus terlebih dahulu mampu memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan itu dimulai dari iman, disiplin, akhlak, tanggung jawab, dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Nur Ihsan.

Kemah Nasional sebagai Ruang Kaderisasi

Kemah Nasional PUI 2026 tidak hanya menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan kaderisasi generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengalaman dalam membangun kerja sama, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta memperkuat ukhuwah di antara generasi muda PUI dari berbagai daerah.

PUI memandang generasi muda sebagai salah satu kekuatan strategis dalam menghadapi perubahan zaman. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, arus informasi, dan berbagai tantangan moral membutuhkan generasi yang memiliki karakter kuat sekaligus mampu beradaptasi.

Karena itu, kader muda PUI diharapkan tidak hanya menjadi pengguna perubahan, tetapi mampu menjadi pelaku dan pemimpin perubahan yang membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 juga menegaskan komitmen PUI dalam membangun generasi muda yang memiliki wawasan keislaman dan kebangsaan secara seimbang.

Generasi muda PUI diharapkan mampu menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak, mandiri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap berkhidmat bagi umat dan bangsa.

Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar PUI dalam menyiapkan kader yang dapat mengambil peran dalam pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berkeadaban.

Dengan semangat “memimpin diri dan memimpin lingkungan”, Kemah Nasional PUI 2026 diharapkan melahirkan generasi muda yang mampu meneruskan estafet kepemimpinan PUI sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya