Berita

Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar kegiatan Refleksi Kemerdekaan di HKBP Cililitan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

BEM KSI Gelar Refleksi Kemerdekaan Lawan Hoaks dan Polarisasi

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 22:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) menggelar kegiatan Refleksi Kemerdekaan di HKBP Cililitan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, kalangan pemuda diingatkan agar memaknai kemerdekaan melalui kontribusi nyata serta memperkuat persatuan di tengah ancaman polarisasi era digital.

Koordinator Pusat BEM KSI Charles menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh sekadar berhenti pada perayaan seremonial tahunan.

"Kemerdekaan harus kita maknai sebagai tanggung jawab bersama. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil peran dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia," ujar Charles.


Senada dengan itu, Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy menilai tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan era perjuangan fisik di masa lalu. Menurut Tomy, musuh utama bangsa saat ini bergeser ke ranah sosial dan digital.

"Perjuangan hari ini bukan lagi melawan penjajahan secara fisik, tetapi melawan kebodohan, kemiskinan, hoaks, korupsi, dan perpecahan. Kemerdekaan adalah amanah yang harus kita rawat bersama," tegas Tomy.

Ia membeberkan, pemuda saat ini memegang lima peran strategis, yakni sebagai penjaga persatuan, penggerak perubahan, pengguna teknologi yang bertanggung jawab, pelestari identitas bangsa, hingga calon pemimpin masa depan.

Sementara itu, Koordinator Pusat Forum Komunikasi BEM/DEMA Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia, Fathammubina menyoroti pentingnya merawat persaudaraan kebangsaan di tengah keberagaman suku, budaya, organisasi, hingga perbedaan preferensi politik.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam mentalitas berpolitik yang memecah belah atau terjebak dalam polarisasi kelompok.

"Kita boleh berbeda pilihan, tetapi tetap satu sebagai anak bangsa. Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut berubah menjadi kebencian dan permusuhan," ungkap Fathammubina.

Rangkaian acara refleksi kemerdekaan lintas kelompok mahasiswa tersebut ditutup secara khidmat dengan agenda pembacaan puisi bersama.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya