Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin). (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 18:54 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk tahun anggaran 2027. Langkah ini diambil usai pagu anggaran yang diterima Kemenperin kembali dipangkas menjadi Rp2,01 triliun, atau menyusut 19,51 persen dibanding pagu awal 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan usulan tersebut saat Rapat Kerja pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) 2027 bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

"Pada tahun 2027, Kementerian Perindustrian memperoleh pagu sebesar Rp2,01 triliun atau turun Rp488,16 miliar (sekitar 19,51 persen) dibandingkan pagu awal tahun 2026," kata Agus.


Agus membeberkan, tren penurunan anggaran Kemenperin terus terjadi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 lalu, pagu Kemenperin masih berada di angka Rp4,53 triliun, namun terus tergerus hingga tersisa Rp2,50 triliun pada 2026.

Kondisi tersebut dinilai kian mengimpit ruang gerak kementerian. Sebab, porsi belanja operasional dasar, khususnya gaji pegawai dan operasional rutin justru terus meningkat.

"Konsekuensinya, ruang anggaran untuk belanja non-operasional menjadi sangat terbatas," tegas Politikus Partai Golkar tersebut.

Padahal, kata Agus, Kemenperin dibebani target besar penguatan industri nasional pada 2027. Di antaranya pembangunan SDM industri, penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai rantai pasok, hilirisasi berbasis SDA, pengembangan industri prioritas, hingga peningkatan produktivitas berbasis teknologi.

Atas dasar itulah, Agus menilai alokasi anggaran yang ada saat ini jauh dari kata ideal untuk menopang agenda pembangunan industri nasional.

"Melihat besarnya agenda pembangunan industri tersebut, alokasi anggaran saat ini masih belum ideal. Oleh karena itu, Kemenperin mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun," pungkas Agus.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya