Berita

Konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan II-2026. (Foto: Dok BRI)

Bisnis

BRI: Likuiditas Perbankan Nasional Masih Memadai

LDR Industri 88,3 Persen
SENIN, 31 AGUSTUS 2026 | 16:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memastikan kondisi likuiditas perbankan nasional masih berada pada level yang memadai.

Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan, kondisi tersebut tercermin dari rasio loan-to-deposit ratio (LDR) industri perbankan maupun perseroan.

"Loan-to-deposit ratio (LDR) industri itu saat ini di 88,3 persen di triwulan II/2026. Untuk loan-to-deposit ratio BRI sendiri saat ini adalah 90,8 persen," kata Viviana dalam konferensi pers virtual, Senin 31 Agustus 2026.


Menurutnya, LDR menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi likuiditas perbankan, selain rasio liquidity coverage ratio (LCR).

Dengan LDR industri yang berada di level 88,3 persen dan LDR BRI sebesar 90,8 persen, Viviana menilai kondisi likuiditas perbankan nasional masih tergolong memadai.

"Kalau kita lihat angka (LDR industri) tadi 88,3 persen, kemudian BRI-nya 90,8 persen, sebenarnya likuiditas perbankan nasional ini masih bisa kita katakan pada level yang memadai," jelasnya.

Meski demikian, Viviana mengakui dinamika likuiditas tetap perlu diwaspadai hingga akhir 2026. Memasuki semester II, BRI akan menjaga likuiditas dengan menyelaraskan pertumbuhan kredit dan kapasitas penghimpunan dana.

Selain itu, perseroan akan mempertahankan pengelolaan dana dari  nasabah yang menjadi sumber pendapatan tetap, stabil, dan berulang dalam jangka panjang.

"Strategi tersebut akan terus kita jalankan untuk memperkuat dana murah. Kita juga memiliki beberapa anchor client supaya struktur pendanaan kita tetap sehat dan efisien," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Alexander Lubis mengatakan, persoalan yang dihadapi perbankan saat ini berkaitan dengan skema perbankan yang lebih banyak mengalirkan likuiditas ke surat-surat berharga (SSB) dibandingkan melalui fungsi intermediasi seperti kredit dan pendanaan.

"Sebenarnya kalau secara sistem, tidak ada permasalahan likuiditas. Tapi ternyata ini (dana) tidak mengalir, dan tugas kita (bank sentral dan perbankan) mengalirkan semua ini," kata Alexander dalam sesi Taklimat Media di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.

Untuk mendorong fungsi intermediasi tersebut, BI akan memberlakukan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) terbaru mulai 1 September 2026.

Melalui kebijakan tersebut, bank umum dapat memperoleh insentif berupa pemangkasan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 6 persen.

Insentif maksimal 4 persen diberikan kepada bank yang menyalurkan kredit atau pembiayaan ke sektor produktif atau prioritas. Sementara insentif 2 persen diberikan kepada bank yang melakukan pendalaman pasar uang melalui optimalisasi kepemilikan SSB, dengan mempertimbangkan ambang batas 19 persen terhadap total pendanaan.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong likuiditas yang tersedia di perbankan untuk lebih optimal disalurkan melalui fungsi intermediasi kepada sektor-sektor produktif.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya